Beranda Daerah Hati-Hati Batako Mengandung Limbah SBE dan Acetylene, Berbahaya Bagi Manusia, KPLHI...

Hati-Hati Batako Mengandung Limbah SBE dan Acetylene, Berbahaya Bagi Manusia, KPLHI Bakal Gugat PT Haiki Green

282
0
BERBAGI
Hati-Hati Batako Mengandung Limbah SBE dan Acetylene, Berbahaya Bagi Manusia, KPLHI Bakal Gugat PT Haiki Green
Hati-Hati Batako Mengandung Limbah SBE dan Acetylene, Berbahaya Bagi Manusia, KPLHI Bakal Gugat PT Haiki Green | Photo : KPLHI/Net/Evi

DETIKEPRI.COM, BATAM – Pengelolaan Batako yang digunakan untuk bahan bangunan dan pondasi bangunan baik rumah, ruko dan sebagainya ternyata berasal dari limbah Spent Bleaching Earth (SBE) dan Limbah Karbit (Acetylen).

Pengelolaan bahan baku batako yang mengandung limbah berbahaya memiliki dampak yang cukup besar bagi penggunannya, di Kota Batam batako banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, untuk pondasi dan dinding rumah. Hampir 80% rumah sederhanan di Batam menggunakan batako.

Mengetahui kandungan dan bahan yang digunakan oleh PT. Haiki Green, KPLHI menyampaikan sikapnya dan tutuntannya terhadap perusahaan yang mengelola sisa limbah karbit dan SBE pada batako.

Menurut penjelasn KPLHI Batam bahwa mereka telah mengirimkan surat terkait izin yang digunakan oleh PT. Haiki Green, dan KPLH menyayangkan atas sikap perusahaan yang bungkam dan tidak adanya transparansinya dalam pengelolaan limbah berbaya tersebut.

Kegiatan yang dilakukan oleh PT. Haiki Green adalah illegal dengan memproduksi BATAKO yang berasal dari bahan dan matrial dasar yang berbahay bagi manusia.

“90 hari adalah waktu yang cukup lama untuk menunggu jawaban resmi dari PT. Haiki Green, dengan bungkanya PT Haiki Green, maka KPLHI memiliki alasan yang cukup kuat untuk melakukan upaya hukum terhadap dugaan pengelolaan limbah B3 tanpa izin. KPLHI akan segera mengajukan laporan aktifitas ilegal tersebut, kepada pihak yang berwenang.” Terang ketua KPLHI Kepri Evi Yuliana Muti.

“Jika perlu, kami akan melakukan upaya hukum tersebut lewat PN Batam atas dasar dugaan tidak memiliki izin melakukan pengelolaan Limbah B3.” tambahnya.

Semestinya pihak terkait harus lebih peka terhadap perusahaan-perusahaan yang memproduksi limbah dan mengelola limbah sesuai dengan aturan yang berlaku.

KPLHI juga menyikapi bahwa melakukan usaha dan kegiatan terkait dengan limbah B3 setiap orang atau badan hukum diperlukan keterbukaanya. Hal ini terutama dengan kegiatan yang menyangkut pengelolaan lingkungan.

“Perlu di ingat bahwa usaha atau kegiatan yang bergerak di dalam kegiatan pengelolaan lingkungan baik transporter, pengumpul dan pengelola limbah sejak pengurusan Akte Usaha (Badan Hukum) sudah ada klasifikasinya, yang bersifat khusus dengan ketentuan yang sangat ketat. Maka akan sangat bermasalah apabila dalam operasionalnya melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang dipersyaraatkan.” Jelasnya.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here