Beranda Ekonomi & Bisnis Kemenkeu : Utang Pemerintah Pada Juli 2019 Capai Hingga Rp4.570,17 triliun, Naik...

Kemenkeu : Utang Pemerintah Pada Juli 2019 Capai Hingga Rp4.570,17 triliun, Naik 8,1%

246
0
BERBAGI
Kemenkeu : Utang Pemerintah Pada Juli 2019 Capai Hingga Rp4.570,17 triliun, Naik 8,1% | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, EKONOMI & BISNIS – Per juli 2019 kenaikan hutan pemerintah cukup besar hampir 8,1%, bahkan hutang pemerintah pusat tidak ada penurunan hingga juli 2019. Jika nilai hutang cukup tinggi dibandingkan dengan APBN maka bakal banyak Badan Usaha Milik Negara yang harus di lepas.

Seperti yang disampaikan Kementerian Keuangan yang telah mencatat hutang pemerintah pusat pada akhir juni 2019 yang tembus hingga Rp. 4.570,57 triliun.

Bahkan kenaikan hingga 8,1% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp.4.227,78 triliun.

Mengutip laporan APBN Kita edisi Juli 2019 yang dirilis oleh Kemenkeu, Rabu (17/7), porsi utang terbesar pemerintah berupa Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp3.784,56 triliun atau 82,81 persen dari total utang. Rinciannya, SBN berdenominasi rupiah tercatat Rp2.735,76 triliun dan SBN berdenominasi valuta asing (valas) senilai Rp1.048,8 triliun.

Kemudian, 17,19 persen sisa utang pemerintah berupa pinjaman senilai Rp785,61 triliun. Mayoritas pinjaman berasal dari asing yaitu senilai Rp778,64 triliun. Sisanya, Rp6,97 triliun berasal dari pinjaman dalam negeri.

Meski secara nominal tumbuh, rasio utang negara terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) turun dari 29,79 persen pada Juni 2018 menjadi 29,5 persen. Rasio utang tersebut menggambarkan kapasitas ekonomi Indonesia secara agregat mampu menutup lebih dari tiga kali jumlah utang pemerintah. Rasio utang pemerintah juga masih di bawah batas aman 60 persen.

Pemerintah juga mencatat pembiayaan utang yang telah terealisasi hingga paruh pertama tahun ini sebesar Rp180,45 triliun atau 50,2 persen dari target APBN. Pembiayaan tersebut terdiri dari penerbitan SBN senilai Rp195,77 triliun atau 50,3 persen dari target APBN dan realisasi pinjaman neto sebesar minus Rp15,27 triliun.

Besaran pinjaman yang menunjukkan angka negatif artinya pembayaran cicilan pokok pinjaman lebih besar dari pada penarikan pinjaman baik dalam negeri maupun luar negeri.

Per akhir Juni 2019, pemerintah telah membayar cicilan pokok pinjaman luar negeri senilai Rp43,52 triliun atau 58,1 persen dari target APBN dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp0,58 triliun atau 39,3 persen dari target APBN.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here