Beranda Ekonomi & Bisnis Rupiah Merosot Hingga Rp. 13.946 per Dolar, Akibat Dari Brexit dan Data...

Rupiah Merosot Hingga Rp. 13.946 per Dolar, Akibat Dari Brexit dan Data AS

193
0
BERBAGI
Rupiah Merosot Hingga Rp. 13.946 per Dolar, Akibat Dari Brexit dan Data AS | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, EKONOMI – Rupiah kembali merosot hingga hampir 14.000 per dolar, pada posisi terakhir Rupiah hanya mampu bertahan di posisi Rp. 13.946 per dolar Amerika Serikat, hal ini di tengarai akibat dari kondisi Brexit dan Data Amerika Serikat.

Pelemahan mengakibatkan penurunan pada nilai eport dan import sehingga perekonomian Indonesia bakal memiliki masalah besar terlebih dengan nilai hutang yang terus bertambah hingga mencapai 8,1% pada Juli 2019 dan terjadi kenaikan dibandingkan pada juli 2018.

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.946 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (17/7) pagi. Posisi rupiah melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan Selasa (16/7) yakni Rp13.936 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,12 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,28 persen.

Hanya dolar Hong Kong saja yang tercatat menguat terhadap dolar AS dengan nilai 0,03 persen. Di sisi lain, yen Jepang dan baht Thailand sama-sama tak bergerak menghadapi dolar AS.

Sementara itu, mata uang negara maju seperti dolar Australia dan euro menguat masing-masing sebesar 0,11 persen dan 0,01 persen terhadap dolar AS, sedangkan poundsterling Inggris tidak bergerak terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah kali ini disebabkan karena sentimen keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau disebut Brexit. Masa depan Brexit bisa menjadi kurang jelas setelah kandidat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sangat anti dengan rencana tersebut.

Tak hanya itu, indeks dolar AS pun menguat gara-gara rilis data ekonomi AS yang positif. Kemarin, Departemen Perdagangan AS merilis data bahwa penjualan ritel pada Juni masih tumbuh 0,4 persen atau di atas ekspektasi yakni 0,1 persen.

Bahkan, kemarin angka pembacaan awal indeks manufaktur terbilang baik. Untuk negara bagian New York, misalnya, indeks manufaktur Juli ada di angka 4,3 atau membaik dari Juni yang minus 8,6.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here