Beranda Lifestyle Anak Alami Kejang, Berikut 8 Penyebab dan Cara Penanganannya

Anak Alami Kejang, Berikut 8 Penyebab dan Cara Penanganannya

172

Gejala tumor otak berbeda-beda tergantung jenis, ukuran, lokasi tumor, dan kecepatan pertumbuhannya. Selain kejang, kondisi ini juga bisa menimbulkan gangguan saraf dan sakit kepala.

6. Hidrosefalus

Penumpukan cairan di rongga otak atau sering disebut hidrosefalus bisa meningkatkan tekanan pada otak. Pada bayi/anak-anak, kondisi ini bisa membuat kepala membesar. Selain perubahan ukuran kepala, gejala yang bisa dialami anak adalah kejang, rewel, mudah mengantuk, muntah, enggan untuk menyusu, dan pertumbuhan yang terhambat.

7. Penurunan Kadar Oksigen ke Otak

Selain otak, kondisi yang juga disebut hipoksia serebral ini juga dapat mengakibatkan kerusakan sel, jaringan, maupun organ tubuh lainnya. Setiap orang yang memiliki kondisi ini dapat mengalami gejala yang berbeda-beda, ada yang muncul tiba-tiba dan memburuk dengan cepat (akut) atau berkembang secara perlahan (kronis).

BACA JUGA :  Sehatkan Jantung dengan Kol Ungu, Ini Manfaat mengkonsumsi Kol Ungu

8. Kejang Demam

Penyebab kejang pada anak yang paling umum terjadi adalah kejang demam. Kondisi ini dipicu oleh demam yang dialami anak, bukan kelainan di otak. Kejang demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang pada anak yang terjadi saat demam sebenarnya adalah kondisi yang tidak berbahaya dan bukan penyakit serius.

Perlu diketahui, kejang demam tidak sama dengan epilepsi. Epilepsi ditandai dengan kejang berulang tanpa demam. Meski kondisi ini tidak berbahaya, orang tua harus waspada jika kejang demam terjadi lebih dari 5 menit diiringi muntah, sesak napas, dan leher kaku.

BACA JUGA :  Inilah 9 Manfaat Daun Salam Yang Perlu Anda Tau

Apa yang Harus Orang Tua Lakukan saat Anak Mengalami Kejang?

Jika anak Anda mengalami kejang, hal penting yang harus dilakukan adalah tetap tenang sambil menempatkan anak pada permukaan yang empuk. Hal lain yang harus diperhatikan orang tua adalah:

  • Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulutnya
  • Setelah kejang berakhir, arahkan tubuhnya untuk tidur menyamping
  • Posisi miring diperlukan untuk mengeluarkan cairan yang ada di mulutnya
  • Pastikan anak dapat bernapas dengan normal setelahnya

Sementara itu perawatan medis dengan segera harus dilakukan jika:

  • Kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau mengalami lebih dari satu kali kejang
  • Kejang dengan makanan atau cairan di mulut
  • Kondisi tidak sadar atau tidak bernapas dengan normal
  • Kejang pertama yang dialami
  • Kejang terjadi di kamar mandi atau kolam
  • Tidak sadarkan diri selama lebih dari 5 menit atau tidak bernapas dengan normal
  • Mengalami cedera
  • Tidak yakin mengenai kondisi anak
BACA JUGA :  5 Kebiasaan di Pagi Hari yang Harus Dihentikan

Kejang pada Anak yang Berbahaya

Meskipun sebagian besar kejang tidak berbahaya dan tidak memerlukan perhatian medis segera, terdapat jenis kejang yang harus diwaspadai. Status epilepticus adalah kondisi yang mengancam jiwa di mana seseorang mengalami kejang yang berkepanjangan dan bisa menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kesadaran.

Tinggalkan Balasan