Beranda Internasional Menteri Luar Negeri Saudi Mengisyaratkan Penyelesaian Blokadi Qatar

Menteri Luar Negeri Saudi Mengisyaratkan Penyelesaian Blokadi Qatar

61
Pernyataan Pangeran Faisal bin Farhan datang selama diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat [File: Manuel Balce Ceneta / AP]

DETIKEPRI.COM, SAUDI – Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan sementara masalah keamanan harus ditangani, jalan untuk mengakhiri keretakan mungkin dalam ‘Masa deapn yang relatif dekat’.

Menteri Luar negeri Arab Saudi telah mengisyaratkan kemajuan mungkin sedang berlangsung untuk menyelesaikan perselisihan tiga tahun dengan tetangganya di Teluk Qatar, menyusul pertemuan di Washington dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo.

Pada 2017, Arab Saudi bersama Uni Emirat Arab (UEA) Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplolmatik dan perdagangan dengan Doha dan memberlakukan blokade laut, darat dan udara di negeri kaya gas itu.

“Kami berkomitmen untuk menemukan solusi.” kata Pangeran Faisal bin Farhan dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Institute Washington untuk Kebijakan Timur, yang digelar pada Hari Kamis.

“Tapi kita perlu mengatasi masalah keamanan yang sah dari beberapa hal dan saya pikir ada jalan menuju itu, dengan solusi dalam waktu yang relatif dekat.” kata Pangeran Faisal.

“Jika kami dapat menemukan jalan kedepan untuk mengatasi masalah keamanan yang sah. Yang mendorong kami untuk mengambil keputusan yang bakal kami ambil, itu akan menjadi kabar baik bagi semua kawasan.” tambahnya.

Empat negera memblokir dan menuduh Qatar mendukung “Terorisme” dan mencampuri urusan dalam negeri mereka selama bertahun-tahun. Doha juga dituduh terlalu dekat dengan rival regional Iran.

Qatar dengan keras membantah kalim tersebut

Pemerintah Trump telah mendorong diakhirnya dan membuka jalan bagi Teluk yang bersatu melawan Iran.

Beberapa upaya di masa lalu untuk mengakhiri perselisihan telah gagal, karena Qatar telah menolak tuntutan negara-negera pemblokir yang mencakup penutupan Jaringan Media Al-Jazeera.

Memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok Islam, membatasi hubungan dengan Iran dan mengusir pasukan Turki yang ditempatkan di negara itu.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan bahwa negeranya siap untuk berdialog untuk menyelesaikan krisis diplomatik, tetapi menekankan solusi apapun untuk krisis tersebut harus menghormati kedaulatan negaranya.

Pada bulan Juni, di Kuait seorang mediator antara Qatar dan 4 tetangganya di Teluk Arab, mengatakan ada kemajuan untuk menyelesaikan kebuntuan tetapi hanya sedikit kemajuan yang telah dilakukan. (PTR/Red)

Tinggalkan Balasan