Beranda Berita Internasional Demo di Thailand, Polisi pukul mundur Demonstran dengan Water Canon

Demo di Thailand, Polisi pukul mundur Demonstran dengan Water Canon

167
0
Seseorang terkena air dari meriam air selama protes anti-pemerintah di Bangkok pada hari Jumat [Jorge Silva / Reuters]

DETIKEPRI.COM, BANGKOK – Sekitar 2.000 demonstran pro demokrasi menentang keadaan darurat untuk menyerukan penduruan diri perdana menteri dan reformasi monarki.

Polisi Thailand menembakan meriam air terhadap pengunjuk rasa pada Jum’at malam (16/10/2020) waktu setempat, di pusat kota Bangkok, ketika para aktivis Pro-Demokrasi menentang keputusan darurat yang melarang pertemuan untuk malam kedua.

Para demonstran pro-demokrasi di distrik pusat perbelanjaan utama kota itu telah meneriakan pembebasan aktivis yang ditangkap dan melontarkan kata-kata kotor ke Perdana Menteri Prayut Chan-o-Cha.

Ratusan polisi anti huru hara maju ke arah mereka dalam formasi, meminta para pengunjuk rasa untuk pulang. Polisi menembakan air yang mengandung bahan kimia dari water canon. Memaksa mundur pengunjuk rasa yang menggunakan payung untuk melindungi diri dari cairan yang disemprotan ke mereka.

Cairan biru yang disemprotkan tidak berpengaruh besar terhadap para demonstran, ratusan aktivis melakukan balasan dengan memblokir jalan dibelakang pembatas darurat.

Menyerukan polisi anti huru hara untuk “Keluar” dan menyanyikan lagu kebangsaan Thailand. Empat petugas polisi dan satu pengunjuk rasa terluka, dara data sebuah rumah sakit kota.

“Generasi muda tidak akan lagi membela status quo.” kata mahasiswa desain Pim, 20. Para demosntran mengangkat tangan dan menunjukan 3 jarinya untuk penghormatan. Sandi ini di adopsi dari film Hunger Games.

“Yang miskin menjadi semakin miskin dan yang kaya menjadi semakin kaya. Kesenjangan semakin besar.” tambah salah satu demonstran.

LEAVE A REPLY

Berikan Komentar Anda
Ketikan Nama lengkap anda