Beranda Internasional Demo di Thailand, Polisi pukul mundur Demonstran dengan Water Canon

Demo di Thailand, Polisi pukul mundur Demonstran dengan Water Canon

47
Seseorang terkena air dari meriam air selama protes anti-pemerintah di Bangkok pada hari Jumat [Jorge Silva / Reuters]

DETIKEPRI.COM, BANGKOK – Sekitar 2.000 demonstran pro demokrasi menentang keadaan darurat untuk menyerukan penduruan diri perdana menteri dan reformasi monarki.

Polisi Thailand menembakan meriam air terhadap pengunjuk rasa pada Jum’at malam (16/10/2020) waktu setempat, di pusat kota Bangkok, ketika para aktivis Pro-Demokrasi menentang keputusan darurat yang melarang pertemuan untuk malam kedua.

Para demonstran pro-demokrasi di distrik pusat perbelanjaan utama kota itu telah meneriakan pembebasan aktivis yang ditangkap dan melontarkan kata-kata kotor ke Perdana Menteri Prayut Chan-o-Cha.

Ratusan polisi anti huru hara maju ke arah mereka dalam formasi, meminta para pengunjuk rasa untuk pulang. Polisi menembakan air yang mengandung bahan kimia dari water canon. Memaksa mundur pengunjuk rasa yang menggunakan payung untuk melindungi diri dari cairan yang disemprotan ke mereka.

Cairan biru yang disemprotkan tidak berpengaruh besar terhadap para demonstran, ratusan aktivis melakukan balasan dengan memblokir jalan dibelakang pembatas darurat.

Menyerukan polisi anti huru hara untuk “Keluar” dan menyanyikan lagu kebangsaan Thailand. Empat petugas polisi dan satu pengunjuk rasa terluka, dara data sebuah rumah sakit kota.

“Generasi muda tidak akan lagi membela status quo.” kata mahasiswa desain Pim, 20. Para demosntran mengangkat tangan dan menunjukan 3 jarinya untuk penghormatan. Sandi ini di adopsi dari film Hunger Games.

“Yang miskin menjadi semakin miskin dan yang kaya menjadi semakin kaya. Kesenjangan semakin besar.” tambah salah satu demonstran.

Polisi kemudian membubarkan para pengunjuk rasa, tetapi banyak bersumpah untuk kembali turun ke jalan.

“Kami akan meningkatkan jumlah pengunjuk rasa,” kata Nine, 21 Tahun seorang mahasiswa teknik.

“Kemarahan telah menumpuk di dalam.” tambahnya

Elit politik kerajaan terkejut dengan gerakan yang di pimpin pemuda yang menuntut pengunduran diri pemerintah sambil mengeluarkan seruan yang dhulunya tabu untuk reformasi monarki kuat Thailand.

‘Saya tidak berhenti’

Perdana Menteri Prayuth mengatakan pada hari Jum’at, dia tidak akan mengundurkan diri karena pengunjuk rasa anti-pemerintah berjanji untuk melanjutkan aksi unjuk rasa mereka meskipun ada larangan demostrasi dibawah tindakan darurat baru.

Tinggalkan Balasan