Beranda Daerah Diduga Pembangunan Asal Jadi, Pelantar Kampung Panglong Roboh, 1 Orang Luka-Luka

Diduga Pembangunan Asal Jadi, Pelantar Kampung Panglong Roboh, 1 Orang Luka-Luka

720
0
BERBAGI
Pelantar Kampung Panglong roboh, satu orang luka-luka di kepala | Photo : Adi Alfani

DETIKEPRI.COM,BINTAN – Pelantar Kampung Panglong Kecamatan Teluk Sebung roboh satu orang warga jadi korban, Mariah salah satu warga kampung panglong yang menjadi korban robohnya pelantar Kampung Panglong. Saat itu Mariah sedang melintasi pelantar tersebut dan tiba-tiba roboh.

Diduga proyek pengerjaan pembangunan pelantara asal jadi. Sehingga pelantar yang baru dibangun tersebut roboh dan mengakibatkan seorang warga mengalami luka-luka.

Pemerintah Kabupaten Bintan sedang giat-giatnya membicarakan tentang program pembangunan, yang mana ini pembangunan tentu sejalan dengan kebutuhan hidup orang banyak.

Apa jadinya jika pembangunan tersebut justru mengakibatkan korban luka dan bahkan bisa merenggut nyawa sekalipun. Apabila program perencanaan pembangunan itu tidak matang dan dampak negatif akan muncul di masyarakat.

BACA JUGA :  Kondisi Terkini, Korban Pembacokan diduga Maling, Kondisinya Kian Membaik

Seperti halnya yang terjadi dengan pembangunan pelantar yang berada di Kampung Panglong Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebung Kabupaten Bintan, Seorang warga desa Panglong bernama Ibu Mariah mengalami luka-luka pada bagian kepala akibat benturan, saat pelantar yang dilintasinya roboh.

Walau luka yang dialami ibu Mariah tidak begitu serius, namun kejadian tersebut mengakibatkan rasa takut dan trauma, robohnya pelantara pada Sabtu (16/03/2019).

BACA JUGA :  35 Orang Jamaah Haji Bintan, berangkat Menuju Embargasi Batam

Warga memfungsikan pelantar sebagai akses jalan yang menghubungkan antara jalan dan rumah yang dimiliki oleh setiap warga tersebut.

“Kejadiannya tiba-tiba, saat Ibu Mariah melintas tiba-tiba terjatuh dan pelantar juga ikut roboh, semua dagangan ibu itu jatuh kelaut dan kepalanya terbentur pelantar. Semua dagangannya rusak terendam air laut. Spontan warga sekitar menolong beliau.” tutur Aswir salah seorang warga kepada awak media melalui telepon selularnya.

Setelah Satu hari kejadian tim turun ke lokasi kejadian dan menemui korban. Sambil berbincang-bincang kecil dengan ibu Mariah menceritakan kronologi kejadian robohnya pelantar tersebut. Minggu (17/03/2018)

BACA JUGA :  Pemkab Bintan Siapkan Hewan Qurban 17 Ekor Sapi Jelang Hari Raya Idul Adha

“Saya jatuh terjerembab kebawah pak, bersama dagangan saya, saya mengalami luka-luka dan bengkak di kepala, dan dagangan saya habis semua, padahal dari hasi itulah saya menghidupi kebutuhan keluarga.” ungkap ibu Mariah dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca.

“Saya berharap kepada pemerintah agar segeralah untuk memperbaiki pelantar ini, karena inilah jalan penghubung antara rumah ke rumah masyarakat sini.” imbuhnya.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here