Beranda Internasional Presiden Ashraf Gani Mengutuk Keras Peristiwa Bom Bunuh Diri Yang Menewaskan 63...

Presiden Ashraf Gani Mengutuk Keras Peristiwa Bom Bunuh Diri Yang Menewaskan 63 Orang

151
0
BERBAGI
Presiden Ashraf Gani Mengutuk Keras Peristiwa Bom Bunuh Diri Yang Menewaskan 63 Orang | Photo : Mohammad Ismail/Reuters

DETIKEPRI.COM, KABUL – Presiden Ashraf Gani mengutuk keras bom bunuh diri yang menewaskan 63 orang dan melukai setidaknya 182 orang lainnya, ini merupakan serangan yang tidak berprikemanusiaan, target utama dari serangany ini adalah pernikahan yang dilaksanakan di ibu kota Afghanistan.

Menurut pejabat setempat serangan ini adalah serangan yang paling mematikan yang terjadi di Kabul selama tahun ini, dan ini tindakan penyerangan biadab.

Ledakan bunuh diri terjadi pada sabtu malam di area resepsi pernikahan mempelai pria tepat di aula pernikahan Kota Dubai di Kabul Barat, yang merupakan lingkungan minoritas Syiah. Ledakan tersebut dilakukan tepat saat ramainya orang-orang sedang merayakan pernikahan.

Dilansir dari Aljazeera Korban termasuk dari wanita dan anak-anak seperti yang disampaikan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rahimi pada Minggu.

Saksi mata mengatakan anggota komunitas Muslim Syiah mengadakan resepsi pernikahan dan terjadi ledakan bom bunuh diri yang menewaskan setidaknya 63 orang, dan 182 Orang menjadi korba luka-luka.

Serangan itu terjadi ketika Taliban dan Amerika Serikat sedang mencoba untuk menegosiasikan perjanjian tentang penarikan pasukan AS sebagai imbalan atas komitmen Taliban pada pembicaraan keamanan dan perdamaian dengan pemerintah Afghanistan yang didukung AS.

Taliban membantah terlibat dalam serangan itu, menyebut ledakan itu “terlarang dan tidak dapat dibenarkan”.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk keras “serangan tidak berperikemanusiaan” dalam sebuah Tweet pada hari Minggu, menambahkan bahwa “Taliban tidak dapat membebaskan diri dari kesalahan, karena mereka menyediakan platform untuk teroris”.

‘Adegan mengerikan’

Ledakan itu terjadi di dekat panggung di mana para musisi berada dan “semua pemuda, anak-anak dan semua orang yang ada di sana terbunuh,” saksi Gul Mohammad mengatakan kepada kantor berita Associated Press.

Sebagai buntut dari serangan gambar dari dalam aula menunjukkan tubuh berlumuran darah di tanah bersama dengan potongan-potongan daging dan pakaian robek, topi, sandal dan botol air mineral.

Charlotte Bellis dari Al Jazeera, melaporkan dari sebuah rumah sakit darurat di pusat Kabul, tempat banyak dari mereka yang terluka dirawat, mengatakan: “Lusinan orang sedang menunggu berita tentang orang yang dicintai.”

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here