Beranda Lifestyle Sehat Itu Mahal, Semahal Masuk Rumah Sakit dan Kenaikan BPJS Kelas III

Sehat Itu Mahal, Semahal Masuk Rumah Sakit dan Kenaikan BPJS Kelas III

2366
0
BERBAGI
Sehat Itu Mahal, Semahal Masuk Rumah Sakit dan Kenaikan BPJS Kelas III [ photo : merdeka.com/net]

DETIKEPRI.COM, KESEHATAN – Jagalah kesehatan sebelum anda sakit, jagalah kebersihan untuk kesehatan dan kesempurnaan udara yang dihirup secara baik, pepatah ini tidak lepas dari mendisiplikan diri untuk tetap hidup sehat dan juga tetap menjaga lingkungan sekitar dalam kondisi bersih. Sebab bersih adalah sehat.

Hari ini segala bentuk yang berhubungan dengan penyakit dan kesehatan seperti bisnis yang tak pernah putus dan selalu aja menjadi bisnis yang menggiurkan, sakit itu mahal jelas hal ini mendasari dari biaya pengobatan dan biaya inap disebuah rumah sakit.

Bahkan ada beberapa rumah sakit dengan fasilitas kesehatan yang memiliki kualitas tingga setiap pasien harus merogoh koceknya dalam-dalam untuk membayar biaya perawatan dan kamar inapnya.

Lebih sadisnya lagi rumah sakit akan melakukan penangan secara serius jika pasien atau keluarga pasien melakukan pembayaran di depan.

Alasan ini dilakukan rumah sakit sebab rumah sakit tidak ingin rugi dan menanggung biaya pasien yang notabene tidak bisa membayar. Terlebih lagi tidak yang bisa mempertanggung jawabkan pasien tersebut.

Padahal harusnya masyarakat yang tidak mampu atau kesulitan dalam membayar perobatan untuk kesehatan dibantu oleh pemerintah. Dengan syarat dan ketentuan dapat dipenuhi oleh masyarakat itu sendiri.

Birokrasi yang bertele-tele mengakibatkan masyarakat enggan untuk melakukan pengurusan tersebut, sehingga masyarakat lebih terkesan nekat yang penting dapat diselamatkan atau diobati terlebih dahulu si sakit.

Belum ada satu rumah sakitpun yang mengutamakan keselamatan pasien dari pada biaya perobatan, kebanyakan rumah sakit mempertanyakan uang dan biaya perobatan baru melakukan penanganan medis secara baik. Terkhusus rumah sakit swasta.

Alasan tidak mendapat bantuan dan pertanggung jawaban dari pemerintah mengakibatkan rumah sakit tersebut tidak mau ambil resiko.

Padahal menyelamatkan nyawa seseorang itu tidak harus memandang status apapun dia, yang butuh pertolongan yang harus dilakukan pertolongan bukan justru melakukan pembiaran dan terkesan tidak perduli jika tidak ada uang untuk membayar.

Sementara itu untuk rumah sakit pemerintah yang dikelola oleh pemerintah daerah juga tidak dapat membantu secara baik terlebih kelengkapan medis yang tidak begitu memadai dibandingkan rumah sakit swasta.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here