Beranda Daerah Pemko Tanjungpinang Tegaskan Pelaksanaan Ibadah Tetap Dilaksanakan di Rumah

Pemko Tanjungpinang Tegaskan Pelaksanaan Ibadah Tetap Dilaksanakan di Rumah

0
Pemko Tanjungpinang Tegaskan Pelaksanaan Ibadah Tetap Dilaksanakan di Rumah : Photo : Aldi Alfani

DETIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dinas Kominfo, Kota Tanjungpinang, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang Rahma menegaskan hingga saat ini pemerintah Kota Tanjungpinang masih tetap berpegang pada surat edaran menteri agama.

Edaran gubernur, dan tausiyah dari MUI yang mana ada pengecualian pelaksanaan ibadah Sholat berjamaah itu diperbolehkan untuk wilayah kondisi penyebaran Covid-19 terkendali.

Pemko Tanjungpinang Tegaskan Pelaksanaan Ibadah Tetap Dilaksanakan di Rumah : Photo : Aldi Alfani

“Artinya, MUI memperbolehkan sholat berjamaah untuk wilayah zona hijau. Sedangkan Kota Tanjungpinang masih ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai zona merah.

Jadi, sesuai edaran, pelaksanaan sholat tetap dilakukan di rumah masing-masing,” tegas Rahma dalam rapat koordinasi dengan LAM Kota Tanjungpinang, MUI Provinsi Kepulauan Riau, MUI Kota Tanjungpinang, Polres Tanjungpinang

dan sejumlah pimpinan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan se-Kota Tanjungpinang terkait edaran aktivitas bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H dalam pencegahan penyebaran Covid-19, di ruang rapat Engku Raja Hamidah, Lantai III, kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (18/5/2020).

Sementara itu, MUI Provinsi Kepulauan Riau, Edi Safrani menegaskan bahwa fatwa MUI itu tidak berlaku merata untuk seluruh kabupaten dan kota di provinsi Kepri. Dalam fatwa MUI itu menyebutkan bahwa bagi daerah-daerah yang terkendali dari Covid-19, maka silakan melaksanakan sholat lima waktu dan lainnya, termasuk sholat Idul Fitri dilakukan di lapangan terbuka.

Jadi, menurutnya, fatwa MUI ini tidak berlaku untuk kabupaten dan kota di Provinsi Kepri yang masih sebagai zona merah atau belum terkendali. MUI Kepri mengikuti keputusan Pemerintah dan Pemerintah Daerah tentang ketentuan bagi daerah yang masih belum terkendali.

Sehingga, menurut Edi, jangan dibenturkan MUI dengan Pemerintah Daerah. Bahwa MUI Kepri tetap mengacu ada pengecualian untuk kabupaten dan kota dengan zona merah sesuai status wilayah yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Maka Kota Tanjungpinang yang masih berstatus zona merah tetap berpedoman pada edaran menteri agama, gubernur, dan pemerintah setempat,” terangnya.

MUI Tanjungpinang, Fauzi mengatakan pada prinsipnya MUI Tanjungpinang tetap mendukung surat edaran Pemko karena melihat Tanjungpinang masih berstatus zona merah. Namun, Fauzi mengharapkan Pemko Tanjungpinang memberi perhatian serius kepada kelompok-kelompok atau orang-orang yang saat ini masih berkerumun atau mengadakan karamaian.

Tinggalkan Balasan