Beranda Ekonomi & Bisnis Lagi-Lagi China Gelontorkan Dana Rp.15.6 Triliun, Sebagai Dana ‘Hijau’

Lagi-Lagi China Gelontorkan Dana Rp.15.6 Triliun, Sebagai Dana ‘Hijau’

417
0
BERBAGI
Lagi-Lagi China Gelontorkan Dana Rp.15.6 Triliun, Sebagai Dana 'Hijau' | Photo : Ist/net

DETIKEPRI.COM, EKONOMI – Lagi-lagi China bakal merambah semua lini dan bisnis yang ada di dunia ini, saat ini China dikabarkan menggelontorkan dana sebesar 7,4 miliar Yuan atau setara dengan Rp.15,6 Triliun untuk pengembangan usaha lahan atau lebih tepatnya untuk pengembangan perusahaan batu bara.

Dikutip dari Reuters, tinjauan data keuangan menunjukkan bahan bakar fosil masih memainkan peran utama dalam strategi energi Beijing.

Menurut Wind, penyedia data keuangan yang berbasis di Shanghai, obligasi korporasi dan perbankan berbasis lingkungan senilai 7,4 miliar yuan (US$ 1,1 miliar) diterbitkan untuk mendanai 13 proyek batu bara pada semester pertama tahun ini. Mereka melibatkan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara atau metana batu bara, serta proyek batu bara menjadi kimia.

Selama ini, upaya utama China untuk mengurangi asap dan gas rumah kaca ialah memangkas penggunaan batu bara dan mendorong bahan bakar energi yang lebih bersih. Porsi batu bara dalam campuran energi total Negeri Tirai Bambu kini turun menjadi hanya 59 persen pada 2018, dari kisaran 68,5 persen pada 2012 lalu.

Pada 2030 mendatang, China bahkan berambisi memangkas kembali porsi batu bara dari total bahan bakar pembangkit listriknya menjadi hanya sekitar 50 persen.

Kendati porsi batu bara sebagai bahan bakar pembangkit menurun, namun kapasitas secara keseluruhan masih tumbuh. China juga perlu meningkatkan tambang dan pabrik yang sudah ada. Jadi, ketika banyak lembaga keuangan global meyakini mereka tidak akan lagi mendanai proyek batu bara, pelaku usaha asal China tidak mengikuti keyakinan tersebut.

Climate Bonds Initiative (CBI), kelompok nirlaba yang mempromosikan standar obligasi hijau global menyebutkan 25 persen lebih dari obligasi hijau yang diterbitkan di China gagal memenuhi kriteria internasional pada tahun lalu.

Awal tahun ini, regulator China sebenarnya berencana untuk merancang standar baru guna mencegah proyek batu bara mengeluarkan obligasi hijau untuk membawa bangsa lebih sesuai dengan norma-norma global.

Namun, langkah tersebut telah ditentang oleh badan perencanaan negara, yakni Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional. Menurut komisi, pendanaan masih diperlukan untuk teknologi emisi ultra-rendah dan mengembangkan aliran pengolahan batu bara yang lebih bersih, seperti bahan kimia batu bara dan metana batu bara.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here