Beranda Internasional Embargo Senjata terhadap Iran berakhir Meskipun ada Tantangan Amerika Serikat

Embargo Senjata terhadap Iran berakhir Meskipun ada Tantangan Amerika Serikat

67
Berakhirnya embargo berarti Iran secara hukum akan dapat membeli dan menjual senjata konvensional, termasuk rudal, helikopter dan tank [File: Kantor Berita Asia Barat / Reuters]

DETIKEPRI.COM, TEHERAN –  Embargo senjata konvensional selama 13 tahun terhadap Iran telah berakhir, tetapi implikasinya bagi Iran dan kawasan itu tetap tidak pasti. Meskipun mendapat tantangan dari Amerika Serikat, embargo senjata konvensional yang telah berlangsung lama yang diberlakukan Iran telah berakhir.

Sejalan dengan ketentuan kesepakatan nuklir penting antara Iran dan kekuatan dunia, menurut kementerian luar negeri Iran.

Larangan 13 tahun yang diberlakukan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) berakhir pada hari Minggu sebagai bagian dari Resolusi 2231 dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Setahun perjanjian yang ditanda tangani pada tahun 2015 yang memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan untuk mengatasi program nuklirnya.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, kementerian luar negeri Iran mengatakan “mulai hari ini, semua pembatasan pada transfer senjata, kegiatan terkait dan layanan keuangan dan dari Republik Islam Iran… semuanya otomatis dihentikan.”

Berakhirnya embargo berarti Iran secara hukum akan dapat membeli dan menjual senajta konvensional termasuk rudal, helikopter dan tank, dan kementerian luar negeri Iran mengatakan negara itu sekarang dapat “memperoleh senjata dan peralatan yang diperlukan dari sumber manapun tanpa batasan huku, dan semata-mata berdasarkan kebutuhan pertahannya.”

Nasmun, Iran mandiri dalam pembelaanya, kata pernyataan itu, menambahkan bahwa “Senjata yang tidak konvensional, senjata pemusnah massal dan pembelian senjata konvensional tidak memiliki tempat.” dalam doktrin pertahanan negara.

Amerika Serikat secara sepihak menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018, memberlaku gelombang sanksi ekonomi yang keras terhadap Iran. Pemerintah Presiden AS Donal Trump juga telah menggunakan segala cara dalam kekuatannya untuk mengungkap kesepakantan nuklir dan menghentikan pencabutan embargo senjata terhadap Iran.

Yang terbaru datang pada awal Oktober ketika 18 Bank Iran masuk daftar hitam, termasuk yang memproses transaksi perdagangan kemanusiaan – secara efektif memutuskan sektor keuangan Iran dari ekonomi global.

Pemerintah AS sangat mendukung dalam upayanya oleh Israel dan sejumlah negara ARab yang menentang perluasan pengaruh regional Iran.

Tinggalkan Balasan