Beranda Daerah Simalakama Nasib Para Jama’ah, Aset First Travel Dirampas Negara, Jama’ah : Uang...

Simalakama Nasib Para Jama’ah, Aset First Travel Dirampas Negara, Jama’ah : Uang Kami Gimana?

1190
0
BERBAGI
Simalakama Nasib Para Jama'ah, Aset First Travel Dirampas Negara, Jama'ah : Uang Kami Gimana? [ photo : ist/net/katadata]

DETIKEPRI.COM, JAKARTA – Babak baru dari episode perjalanan wisata dan umroh First Travel yang kini seluruh asetnya disita negara, lantas bagaimana dengan jama’ah yang tertipu, siapa yang harus bertanggung jawab atas uang ribuan jama’ah tersebut.

Keputusan Mahkamah Agung yang menguatan vonis Pengadilan Negeri Depok dan Pengadilan Tinggi Bandung bahwa aset First Travel di rampas negara. Hal ini membuat kericuhan korban wisata dan jama’ah umroh.

Terkait hal itu, kuasa hukum korban First Travel mengatakan, pihaknya akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dalam waktu dekat. “Klien kami dalam waktu dekat akan mengajukan Permohonan Peninjauan Kembali terhadap putusan Mahkamah Agung RI,” kata Chief Communications DNT Lawyers, Dominique dalam siaran pers, Selasa (19/11/2019).

Dominique mengatakan, peninjauan kembali sejalan dengan pernyataan dari Jaksa Agung bahwa putusan kasasi First Travel bermasalah.

Seharusnya secara hukum sesuai dengan Pasal 67 UU TPPU jo Pasal 46 KUHAP aset hasil tindak pidana dikembalikan kepada yang berhak, yakni para korban biro travel tersebut.

“Kami sepakat dengan pernyataan Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin yang menyatakan Putusan Kasasi First Travel bermasalah. Seharusnya secara hukum, aset barang bukti pada kasus ini diserahkan kepada korban. Tidak hanya itu, kuasa hukum korban juga mendukung sikap Kejaksaan Agung yang akan menunda proses eksekusi aset First Travel. dilansir dari kompas.com

“Terkait hal ini secara formal, Penasehat Hukum akan mengirimkan surat permohonan penundaan eksekusi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Depok,” ujar dia.

Adapun pengajuan PK tersebut bukan serta-merta diajukan. Dominique mengatakan, sebagai kuasa hukum pihaknya telah menemukan bukti baru dan kekeliruan majelis hakim tingkat pertama.

“Secara detil akan kami sampaikan kemudian saat pengajuan peninjauan kembali dalam 2 minggu ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Agung ( MA) menguatkan vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Depok dan Pengadilan Tinggi Bandung dalam perkara First Travel.

Dalam putusan Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018 Tahun 2019 yang dibacakan pada 31 Januari 2019, majelis hakim yang dipimpin Andi Samsan Nganro memutuskan agar barang bukti yang disita dalam perkara tersebut dirampas untuk negara.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here