Beranda Daerah Awan Pekat Menyelimuti Tulang Bawang, Sebelum Terjadi Puting Beliung

Awan Pekat Menyelimuti Tulang Bawang, Sebelum Terjadi Puting Beliung

25
Awan Pekat Menyelimuti Tulang Bawang, Sebelum Terjadi Puting Beliung | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, TULANG BAWANG – Bencana alam kembali terjadi di wilayah Indonesia, kali terjadi di Tulang Bawang Provinsi Lampung. Bencana Puting Beliung menimpa masyrakat Tulang Bawang Barat.

Sebelum terjadinya puting beliung warga sempat dihebohkan terjadinya awan hitam yang berada di langit, dan kemudian terjadi angin kencang.

Bencana ini meluluh lantakan dan menyapu semua yang dilaluinya. Kejadian ini terjadi pada pukul 14.15 Wib, beberapa kejadian diabadikan warga Banjar Agung, Tulang Bawang awan pekat memanjang meyelimuti langit di wilayah setempat.

Dimana banyak warga yang tidak mengetahui awan pekat seperti gelombang air laut tersebut adalah detik-detik datangnya bencana angin puting beliung yang bakal terjadi.

Setelah beberapa menit hadirnya awan pekat tersebut, tak disangka hujan deras disertai petir hadir menyelimuti kawasan Tulangbawang khususnya di Kecamatan Banjaragung.

“Tak berselang lama, munculah angin dimana awalnya pelan. Kemudian berlahan-lahan angin tersebut seolah mengamuk dan memporak-porandakan bangunan kokoh, yang berada dikawasan sentral ekonomi yakni Tulangbawang yakni Sentral Pasar Unit II tepatnya di Kampung Dwi Warga Tunggaljaya, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang.

Warga setempat pun kaget dan tak menyangka angin semakin besar dan merusak atap rumah di belakang Pasar Unit 2 tersebut.

“Kami kaget dan mencoba berlindung dari hadirnya angin yang sangat kencang disertai suara gemuruh saat angin tersebut menghantam rumah kami,” ujar Chandra warga setempat.

Dia mengatakan kejadian angin tersebut hadir sekitar 15 menit dan setelah angin tersebut pergi semua orang panik dan berhamburan keluar dan melihat kondisi rumah masing-masing yang terkena angin puting beliung

Beberapa warga, kata dia, ada yang menangis dan panik karena tak menyangka bencana ini hadir ditengah kesulitan wabah Covid-19 saat ini.

“Ini baru pertama kali angin seperti ini hadir dikawasan Unit 2, dimana akibat kejadian tersebut beberapa rumah warga rusak berat dan puluhan rumah rusak ringan terutama banyak rusak dibagian atap,” kata Chandra.

Dia berharap kepada Tuhan semoga kejadian ini tidak akan terulang untuk kedua kalinya, dan kepada Pemerintah Kabupaten Tulangbawang untuk dapat memberikan bantuan kepada kepada warga terkena dampak bencana ini.

Tinggalkan Balasan