Beranda Liputan Khusus Sejarah Seni & Budaya 21 Juni Dalam Sejarah : Meninggal Sang Proklamator Indonesia

21 Juni Dalam Sejarah : Meninggal Sang Proklamator Indonesia

399
0

DETIKEPRI.COM, SEJARAH – Tanggal 21 Juni merupakan hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia, terutama bagi founding father Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ini adalah hari bersejarah dan wajib untuk di kenang, sebab hari ini 51 tahun sang proklamator Indonesia dan juga Presiden Pertama Indonesia meninggal dunia.

Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno1 (ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1967.

BACA JUGA :  Ada Ancaman Non Militer, Sejumlah Purnawirawan TNI Sambangi Kantor Rizal Ramli

Ia adalah seorang tokoh perjuangan yang memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

BACA JUGA :  Indonesia Harus Kembali Miliki Haluan Negara, MPR Serius Hadirkan Kembali GBHN

Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang kontroversial, yang isinya —berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat— menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan.

Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.

BACA JUGA :  WNI Santi Simbolon Ditemukan Tewas di Malaysia, Diduga Pelaku Dibekuk

Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan Soeharto menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.

LEAVE A REPLY

Berikan Komentar Anda
Ketikan Nama lengkap anda