Beranda Syiar Islam Viral Dakwah Ustadz Abdul Somad, di Laporkan ke Polda NTT, Kok Bisa?

Viral Dakwah Ustadz Abdul Somad, di Laporkan ke Polda NTT, Kok Bisa?

221
0
BERBAGI
Ustadz Abdul Somad LC | Photo : Istimewah/Net

DETIKEPRI.COM, SYIAR – Saat ini linimasa media sosial di penuhi dengan aksi protes dan pengguna melempar cacian dan makian dari video yang tersebar terkait dakwa Ustadz Abdul Somad di Masjid An-Nur Pekanbaru 3 tahun yang lalu.

Ceramah yang berisikan singgungan tentang Salip yang dipercaya umat nasrani itu merupakan simbol dari umat nasrani sendiri.

Yang menjadi masalah adalah Video ini direkam pada 3 tahun yang lalu, kemudian tempat kejadian beradai di Pekanbaru Riau, sementara itu Ustadz Abdul Somad dilaporkan ke Polda NTT.

BACA JUGA :  Malaysia Bakal Rebut Pasar CPO Indonesia di Uni Eropa, Kok Bisa?

Lantas adakah batasan dakwa bagi setiap agama, lantas dilarangkah orang setiap pemuka agama melakukan dakwa di rumah ibadah mereka masing-masing.

Hal ini menjadi pro dan kontra, sebab dakwa Ustadz Abdul Somad di Masjid dan di kalangan umat muslim dan terlebih lagi beliau menjawab dari pertanyaan salah satu jamaah itu sendiri.

Jika Ustadz Abdul Somad dilaporkan ke Polisi karena dakwa yang berada di rumah ibadah umat muslim itu sendiri, lantas bagaimana dengan pemuka agama lainnya yang berdakwah di rumah ibadah mereka.

BACA JUGA :  Malaysia Bakal Rebut Pasar CPO Indonesia di Uni Eropa, Kok Bisa?

Jelas setiap dakwa akan menyinggung agama lain, karena itu konsumsi untuk ummat dan jamaah itu sendiri. Bukan konsumsi untuk agama yang lain.

Setiap agama merasa benar sebab kebenaran itu adalah sifat egois dan tidak ingin di debat sebagai agama yang salah, kepercayaan itulah yang menjadikan setiap orang menganggap apa yang dianutnya adalah benar.

Jika setiap agama merasa benar jelas akan terjadi menyalahkan agama yang lain yang dianggap tidak benar bagi penganut dan umat serta jamaahnya sendiri.

BACA JUGA :  Malaysia Bakal Rebut Pasar CPO Indonesia di Uni Eropa, Kok Bisa?

Seperti halnya Ustadz Abdul Somad yang memberikan penjelasan bagi jamaah yang bertanya dan itu untuk menguatkan keimanan umat dan jamaahnya sendiri agar tidak mengikuti hal-hal yang bertentangan dengan apa yang ditulis di dalam Al-Qur’an dan Hadist.

Bagitu juga dengan Kristen, Budha, Hindu, Konghucu dan agama serta kepercayaan lainnya, tidak salah jika pendeta mengatakan agama islam adalah salah, selagi ceramah itu di peruntukan dan konsumsi oleh jamaahnya sendiri.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here