Beranda Daerah 101.478 orang tertangkap petugas, pada razia masker saat PSBB Jakarta

101.478 orang tertangkap petugas, pada razia masker saat PSBB Jakarta

239
101.478 orang tertangkap petugas, pada razia masker saat PSBB Jakarta | Photo : Antara

DETIKEPRI.COM, JAKARTA – Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang ada di Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi Jakarta memberlakukan PSBB dan juga memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker.

Ada sebanyak 101.478 orang tertangkap petugas, saat melakukan aktifitas dan kegiatan diluar rumah tidak menggunakan masker seperti halnya yang di wajibkan pemerintah Provinsi Jakarta.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah menindak 101.478 warga yang tidak mengenakan masker saat keluar rumah selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi.

BACA JUGA :  Tiga Kali Jalani Tes Swab di RSKI Galang dan hasil Negatif, SB beserta Istri diizinkan pulang kerumah

“Tercatat hingga 18 Agustus lalu, ada 101.478 orang yang terjaring razia akibat tak mengenakan masker,” kata Arifin saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/8/2020), seperti dikutip Antara.

Dari jumlah pelanggar tersebut, sebanyak 90.277 dihukum membersihkan fasilitas umum tanpa membayar denda. Sedangkan sisanya sekitar 11.201 membayar Rp 250.000 per orang.

Dari sanksi perorangan yang tak dikenakan masker, pihaknya sudah mengenakan denda pada para pelanggar total senilai Rp 1,6 miliar. Uang denda sudah disetorkan ke Kas Daerah. “Total denda yang terkumpul dari perorangan yang tak mengenakan masker mencapai Rp 1.662.860.000,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Mesra dengan Corona, Ada Apa dibalik Kemesraan, Negara Lain Keras Menolak

Arifin menambahkan, masyarakat yang masih nekat membuat keramaian seperti menggelar acara sosial budaya juga ditindak. “17 kegiatan sosial budaya kami beri teguran tertulis, 37 kami jatuhi denda dan 26 kami segel,” katanya.

Karena itu, seluruh warga di Jakarta diminta untuk menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) demi memutus mata rantai penularan wabah COVID-19 ini.

BACA JUGA :  AJI Kutuk Penyerbuan Radar Bogor oleh Kader PDIP

“Caranya dengan menjalankan 3M, yaitu memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman 1,5 hingga 2 meter dan mencuci tangan secara rutin,” katanya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyebut warga yang tidak mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19 berarti tidak menghargai diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. “Kalau kita menggunakan masker dengan baik, artinya kita menghormati dan melindungi orang lain dan diri sendiri dengan baik,” kata Anies di Jakarta.

Tinggalkan Balasan