Beranda Ekonomi & Bisnis Pemerintah Harus Mengumumkan Jika Terjadi Resesi, Ini Penjelasnnya

Pemerintah Harus Mengumumkan Jika Terjadi Resesi, Ini Penjelasnnya

380
Pemerintah Harus Mengumumkan Jika Terjadi Resesi, Ini Penjelasnnya | Photo : Dok.Istimewa

DETIKEPRI.COM, JAKARTA – Kondisi pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, kondisi ini sangat berdampak baik dari ekonomi micro, menengah dan ekonomi global.

Perlu kebijakan dan kepiawaian para elit pemerintah dalam mengelola perekonomian dan mengambil kebijakan-kebijakan kongkrit yang dapat menyelamatkan ekonomi Indonesia.

Pemerintah juga wajib memberikan kepastian akan kemajuaan dan perekembangan ekonomi di negara ini sehingga kesiapan dan persiapan akan terus dilakukan.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah negara telah mengumumkan bahwa negaranya sudah masuk ke jurang resesi. Mengapa kondisi resesi harus diumumkan?

BACA JUGA :  Negara-Negara Yang Mengembalikan Sampah Ke Negara Pengirim

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Akhmad Akbar Susamto menilai, pemerintah suatu negara perlu mengumumkan bagaimana kondisi perekonomiannya kepada masyarakat luas. Tak terkecuali, jika negara tersebut tengah masuk ke jurang resesi.

Menurut dia, jika pemerintah tak mengumumkan resesi, dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi buruk dari rakyatnya. “Risikonya adalah jika negara itu diam saja, sementara masyarakat dengar itu dari orang lain. Maka negara itu akan kelihatan enggak siap dan tidak kelihatan aware terhadap situasi,” ujar Akhmad dalam diskusi daring pada Rabu (19/8/2020).

BACA JUGA :  WNI Santi Simbolon Ditemukan Tewas di Malaysia, Diduga Pelaku Dibekuk

Selain itu, lanjut Akhmad, jika pemerintah terus menyembunyikan kondisi krisis di negaranaya akan memperlihatkan bahwa mereka tak siap untuk menghadapi kondisi itu. Hal tersebut akan memberikan sinyal buruk bagi perekonomian dan bagi pelaku-pelaku ekonomi.

“Jadi lebih baik dia terbuka bahwa kita sedang menghadapi masalah dan mengajak siap-siap untuk menghadapi masalah. Itu kalau secara umum dari pemerintahnya,” kata dia.

BACA JUGA :  Indonesia Tak Butuh Dunia, Dunia Yang Butuh Indonesia

Dengan mengumumkan kondisi perekonomian suatu negara, hal tersebut bisa menyiratkan bahwa pemerintahnya telah siap menghadapi masalah tersebut. “Bisa memberikan sinyal bahwa pemerintah aware terhadap situasi negara dan memberikan sinyal bahwa pemerintah siap menghadapi,” ucap dia.

Sebelumnya, Akhmad memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali minus di Kuartal III 2020. Di Kuartal II 2020 sendiri pertumbuhan ekonomi RI minus hingga 5,32%. Namun, lanjut Akhmad pertumbuhan ekonomi RI di Kuartal III tak akan seburuk di Kuartal II 2020.

Tinggalkan Balasan