Beranda Daerah Sidang Pelaku Penistaan Agama Abraham B Moses

Sidang Pelaku Penistaan Agama Abraham B Moses

1202
0
BERBAGI
abraham ben moses / foto : inet

Detikepri.com, Jakarta – Terdakwa kasus ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad, Abraham Ben Moses alias Saifuddin Ibrahim, kembali melakukan sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu, 21 Maret 2018.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Muhammad Damis di ruang 1 tersebut, beragendakan mendengarkan penjelasan ahli bahasa terkait ujarannya yang diposting dalam media sosial.

Dilansir dari laman vivanews, Pada sidang yang dimulai pukul 14.00 – 18.00 WIB tersebut, Abraham Moses menerangkan ujarannya dalam postingannya di media sosial yang menyebutkan bahwa istri Nabi Muhammad Saw tidaklah empat melainkan 12.

BACA JUGA :  Semarakan Ramadhan, Dari Kue Hingga Lauk Pauk Lengkapi Bazar Ramadhan

“Saya mengutip Nabi Muhammad tersebut berdasarkan referensi dari buku Husain Haikal, di sana mengulas jelas bagaimana Nabi Muhammad dan dia adalah mantan Menteri Pendidikan di Mesir. Dalam buku yang dijelaskan tersebut, tidak ada pertentangan di Mesir,” katanya.

Sementara, Ahli Bahasa, Amirsyah Tambunan, menjelaskan apabila diniatkan untuk melakukan dakwah melalui aturan yang ada di Kementerian Agama pun tertera tidak dibenarkan adanya bentuk penyimpangan.

BACA JUGA :  Berkunjung ke Batam, Menko Luhut Minta KEK Kabil Selesai Dua Bulan

“Kalau mau ada perbandingan agama pun boleh saja, tapi tidak dibenarkan dan diperbolehkan bila ada penafsiran yang menyimpang. Tentunya, ujaran yang ada tersebut menyimpang,” kata Amir.

Diketahui kasus yang melilitnya dijerat dengan pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE yang disebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Pada pasal itu diatur pula ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

BACA JUGA :  Gubenur Kepri dan Wakil Bupati Bintan, Sambut Wisatawan Dari Kapal Dream Cruise
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here