Beranda Liputan Khusus Citizen Journalism Dari Brandalan, Pencuri dan Penjual Narkoba, Ini Kisah Sukses Richard Montanez Jadi...

Dari Brandalan, Pencuri dan Penjual Narkoba, Ini Kisah Sukses Richard Montanez Jadi Miliarder Cheetoz

519
0
Cheetoz Flamin Hot diciptakan Richard Montanez

DETIKEPRI.COM, LIPUTAN KHUSUS – Kisah sukses Richard Montanez orang yang berdarah Mexico ini sukses setelah melalui berbagai kisah kehidupan yang luar biasa, mulai dari kecil kehidupan yang tak pernah menjadi perhatian serius ayahnya, dia harus bangkit dari kebencian ayahnya sendiri.

Masa muda

Montañez lahir dari keluarga Meksiko-Amerika di Ontario, California. Salah satu dari sepuluh bersaudara, dia dibesarkan di kamp kerja paksa di Guasti, sebuah komunitas tidak berhubungan di luar Los Angeles.

Dia putus sekolah dan bekerja sebagai buruh sebelum dipekerjakan pada usia 18 tahun sebagai petugas kebersihan untuk Frito-Lay, di pabrik Rancho Cucamonga, pada tahun 1976.

Menurut catatan di Frito-Lay, Montañez dipromosikan ke posisi operator masinis pada bulan Oktober 1977, dan menjadi operator masinis senior pada musim gugur 1993.

Richard kecil yang selalu di rundung kebenciannya akhirnya memiliki seorang teman gadis kecil yang berdarah Maxico juga.

BACA JUGA :  Wanita Cantik Gendong Motor, Viral Di Media Sosial

Semasa sekolah dasar Richard kecil menjadi bahan bulian oleh teman-teman sekelasnya terlebih mereka yang merupakan orang asli Amerika Serikat.

Dipandang remeh tidak lantas membuat Richard kecil menyerah untuk terus bisa menjadi perhatian, hingga akhirnya ia harus merelakan makanan kesukaannya dan juga makanan asli Maxico yaitu Borito.

Borito merupakan bekal kesehariannya saat berangkat kesekolah, hari ini Richard kecil harus merelakan makanan yang di campakan dan di pijak-pijak oleh teman sekelasnya karena kebenciannya terhadap Richard yang merupakan orang berkulit coklat.

Keesokan harinya Richard berangkat sekolah dan diberi dua bekal oleh ibunya, dan mendapat bullyan lagi dari teman-teman sekelasnya, namun kali ini Richard kecil justru menawarkan rasa enak dan sedapnya Borito.

Hingga akhirnya si bos geng sekolah itu menyuruh bawahannya untuk mencoba rasa Borito, dengan keraguan dia mencoba dan ternyata rasanya luar biasa enak.

BACA JUGA :  Jeritan Rakyat Bawah, Antara Dukungan dan Perjuangan Sendiri

Bos geng sekolah itu pun ingin mencoba namun di cegah Richard agar dia membayar Borito itu baru bisa merasakannya, dan akhirnya dia membayar sejumlah uang untuk merasakan enaknya Borito.

Sejak saat itu Richard kecil berbisnis di sekolah dengan menjual Borito, dan banyak teman-teman sekolahnya membeli Borito dan Richard kecil menjadi pebisnis kecil yang sukses dan memiliki banyak uang.

Dan dia pembeli barang kesukaanya kesebuah toko dengan membawa uang yang sangat banyak, tapi memiliki uang banyak tak semudah yang dia bayangkan.

Disaat ingin membayar barang yang dibelinya di kasir, sang kasir bertanya apakah anda memiliki uang yang cukup untuk membeli barang ini.

Richard kecil dengan spontan membawa uang hasil penjualan Borito nya, bukan mendapat pujian justru Richard kecil ditangkap polisi karena dianggap membawa uang curian, dan dicurigai uang tersebut hasil dari curian.

BACA JUGA :  Jenis Asuransi Apa Yang Dapat Mengcover Kebutuhan Setiap Orang

Sejak saat itu hingga beranjak dewasa Richard menjadi pencuri, gengters, dan juga penjual narkoba, bahkan namanya cukup di segani di daerahnya.

Dikejar polisi adalah hal biasa baginya, berperang dengan geng lainnya adalah upaya penguasaan daerah, sehingga dia dikenal dengan panggilan Rich, dan menambah kebencian dari ayahnya.

Iya melakukan kejahatan bersama gadis masa kecilnya dan hingga suatu ketika dia pun menikah dengan sang gadis yang terus menemani dari kecil.

Richard dan Istrinya Judy selalu hidup dalam dunia hitam, berkelahi, mencuri dan terus menurus melakukan kejahatan, hingga suatu hari Judy hamil dan ingin Richard berhenti dari pekerjaan jahatnya.

Richard di tampar keras oleh perkataan Judy karena Judy tidak ingin membesarkan anaknya dalam ketakutan dan menjadi contoh buruk bagi anaknya.