Beranda Politik Chandra : PKS harus Ekstra Kerja Keras, Hasil Survey Prematur Belum dapat...

Chandra : PKS harus Ekstra Kerja Keras, Hasil Survey Prematur Belum dapat Jadi Penentu Pilihan Untuk Pasangan Isdianto-Suryani

527
Pengamat Kebijakan Publik & Goverment Chandra Dinata,S.Sos.MPA. | Photo : Detikepri.com/Net

DETIKEPRI.COM, POLITIK – Suhu politik Pemilu Kepala Daerah di Propinsi Kepulauan Riau yang akan diselenggarakan bulan Desember mendatang semakin memanas.

Munculnya nama Isdianto-Suryani yang digadang-gadangkan didukung oleh PKS (Partai keadilan Sejahtera) dan Partai Hanura sebagai partai pengusung mewarnai percaturan politik di Propinsi Kepulauan Riau yang telah berdiri 18 tahun silam.

Para kontestan yang menghiasi pemilu kepala daerah di Kepualaun Riau antara lain pasangan Ansar Ahmad-Marlin Agustina yang didukung oleh Partai Golkar dan Partai Nasdem, serta pasangan Soerya-Iman yang didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDIP).

Salah seorang pakar kebijakan public dan governance, dosen di FISIP Universitas Merdeka Malang dan merupakan asset sumberdaya manusia di Kepulauan Riau yang masih berkomitmen dan peduli terhadap pembangunan di daerah, Chandra Dinata, S.Sos., MPA.

Yang lahir dan besar di Natuna sebagai kandidat doktor disalah satu perguruan tinggi negeri di Malang saat dihubungi redaksi menanggapi perkembangan tahapan pemilu kepala daerah Propinsi Kepualauan Riau saat ini, bahwa munculnya nama Petahana (Isdianto-red) yang berpasangan dengan Suryani merupakan keputusan prematur yang dilakukan oleh PKS.

Kenapa demikian, Chandra (sapaan akrabnya-red) memberikan penjelasannya bahwa keputusan yang jika diambil oleh PKS untuk mengusung petahana sebagai calon gubernur kepri yang akan diusung tanpa pembacaan politik yang jernih akan sangat tidak strategis kepada partai pengusung.

Jika dilihat dari elektabilitas yang disampaikan oleh beberapa media memang menempatkan Isdianto, tetapi, dalam ilmu survey, angka elektabilitas yang berada pada angka 20% itu masih bersifat mengambang, dan karakter masyarakat Kepri bukanlah masyarakat yang mudah menentukan pilihannya diawal.

Jadi, jika dasar keputusan PKS adalah angka survey maka mesin partai harus ektra keras bekerja untuk mendapatkan pilihan ideologisnya masyarakat, ujarnya.

Menanggapi munculnya nama Ismet Abdullah dalam kontestasi pemilu kepala daerah Propinsi Kepulauan Riau yang menjadikan kebimbangan keputusan politik PKS.

Chandra berpandangan bahwa pak Ismet ini bukan lagi tokoh lokal, tetapi sudah pantas menjadi tokoh nasional yang harus diusung oleh masyarakat Kepulauan Riau, walau bagaimanapun beliau adalah salah satu penggerak pembangunan di Kepualauan Riau selama beliau memimpin Kepri yang harus diapresiasi bukan dijadikan sebagai “kuda troya” pemilu kepala daerah, ungkapnya.

Tinggalkan Balasan