Beranda Berita Internasional Perang di Gaza: Sedikitnya 18 warga Palestina tewas dalam pemboman sebuah rumah...

Perang di Gaza: Sedikitnya 18 warga Palestina tewas dalam pemboman sebuah rumah di Nuseirat

122
0
Gaza

DETIKEPRI.COM, GAZA – Setidaknya 18 warga terbunuh kemarin, Jumat malam, dalam pemboman yang dilakukan oleh pesawat pendudukan Israel di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah.

Sumber lokal mengatakan bahwa pesawat pendudukan Israel mengebom sebuah rumah di Jalan Al-Twenty, sebelah timur kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah, menewaskan sedikitnya 18 warga dan melukai puluhan lainnya.

Serangan yang dilakukan oleh pesawat pendudukan juga menghancurkan pabrik desalinasi air di Jalan Old Gaza di kota Jabalia, sebelah utara Jalur Gaza.

Artileri pendudukan mengebom lantai terakhir sebuah rumah milik keluarga Arafa di lingkungan Al-Amal di kota Khan Yunis. Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menjelaskan bahwa pesawat pendudukan melakukan pemboman dengan kekerasan di depan Rumah Sakit Al-Amal di Khan Yunis.

Alasan Israel menyerang Gaza untuk menghentikan tindakan Hamas ternyata tidak dapat menjadi dasar kuat untuk membumi hanguskan kota Gaza.

Jelas apa yang dilakuan Israel adalah pembantaian dan genosida tanpa belas kasihan, padahal jelas Israel adalah pendatang di tanah Palestina namun membuat kerusakan yang sangat parah.

Asumsi-asumsi kritis berkembang atas apa yang dilakukan oleh Israel bahkan penyerangan besar-besar yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, menunjukan eksistensi penguasaan daerah.

Dan ada raksasa besar yang terus mendukungnya, bahkan asumsi melebar hingga menggapai persoalan bisnis minyak yang sangat besar di lepas pantai Gaza.

Sehingga apa yang dilakukan Israel hanya untuk bisnis minyak dengan mengorbankan banyak nyawa dan menghilangkan penduduk Palestina.

Ini telah banyak dilihat oleh dunia, bahkan Israel dengan angkuhnya tidak akan pernah berhenti dan akan terus melakukan pembantaian di bumi Palestina hingga tidak ada lagi warga Palestina.

Ambisi presiden Israel Binyamin Nethanyahu jelas jelas melanggar berbagai norma dan hukum internasional, lantas bagaimana Israel masih berdiri tegak dan mendongakan kepala serta berani melakukan serangkaian serangan tanpa takut mendapat sanksi internasional.

Penjabat PBB sendiri harus bungkam dengan apa yang dilakukan oleh Israel, Amerika Serikat sebagai sponsor utama Israel.

Lantas masih pantaskan Amerika Serikat dijadikan sebagai negara adi kuasa dan menjadi polisi dunia, tentu ini harus dikaji ulang atas apa yang dilakukan Amerika Serikat.

 

 


SUMBER : ALQUDS.COM