Beranda Politik 139 Petugas Pemilu Meninggal Dunia, Berasal dari 19 Provinsi

139 Petugas Pemilu Meninggal Dunia, Berasal dari 19 Provinsi

198
0
BERBAGI
Anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara membawa kotak surat suara dari tempat pemungutan suara (TPS) pedalaman Suku Baduy di Kampung Cisaban, Lebak, Banten, Kamis (18/04). | Photo : ANTARA/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS

DETIKEPRI.COM, PEMILU – Kabar duka datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, tercatat ada sekitar 139 Orang petugas pemilu yang berasal dari 19 provinsi dinyatakan meninggal dunia.

Penyebab umum yang mengakibatkan petugas jatuh sakit dan meninggal dunia karena kelelahan, sebab pengurungan suara yang memakan waktu cukup lama.

“Jumlah update terakhir petugas penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah itu sebanyak 139 orang meninggal dunia, kemudian 374 orang sakit, sakit ini bervariasi ya,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, seperti dikutip kantor berita Antara.

BACA JUGA :  Aa Jimmy Meninggal Dunia Akibat Tsunami di Anyer

Insiden meninggalnya petugas KPPS ini terjadi di 19 provinsi.

Situs berita medcom.id menyebutkan bahwa sebagian besar yang meninggal sebelumnya jatuh sakit karena kelelahan.

Sebelumnya, Arief mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evalusi terkait dengan personel KKPS yang meninggal dunia akibat tugas yang mereka emban.

“Memang pekerjaannya berat, memang pekerjaannya banyak, maka ya orang sangat mungkin kelelahan dalam menjalankan tugas,” kata Arief pekan lalu kepada detik.com .

Untuk para petugas KPPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugas ini, Arief telah mengusulkan agar mereka mendapat santunan.

BACA JUGA :  Belajar dari Tsunami Banten, Empat buoy akan dipasang di Barat Sumatra dan Selatan Jawa

Arief mengatakan sejak awal durasi kerja para petugas KPPS telah diprediksi bakal sangat panjang.

“Kalau dibikin kerjanya seperti kerja normal kantoran masuk jam 08.00 pagi pulang jam 04.00 sore, bisa nggak selesai pemilunya.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here