Beranda Syiar Islam Daftar Mubalig yang Menolak Direkomendasikan oleh Kemenag

Daftar Mubalig yang Menolak Direkomendasikan oleh Kemenag

912
0
BERBAGI
Menteri Agama, Lukman Hakim / foto : istimewa

DETIKEPRI.COM, JAKARTA — Setidaknya sudah ada tiga orang yang merasa keberatan namanya tercantum dalam daftar 200 mubalig yang direkomendasikan Kementerian Agama (Kemenag). Tiga orang itu adalah Yusuf Mansur, Fahmi Salam, dan Danhil Azhar.

Keberatan ketiganya dilatarbelakangi oleh satu benang merah: tak sepakat dengan gagasan di balik rekomendasi mubalig dari Kemenag. Ketiganya menganggap daftar mubalig yang direkomendasikan negara layaknya alat mempolarisasi dan memecah para penceramah dan umat Islam secara umum.

BACA JUGA :  Tausyiah Puasa Ke - 20 : Membumikan Al-Qur'an dan As-Sunnah

Dahnil Azhar, misalnya, mengatakan bahwa daftar nama-nama itu rentan menimbulkan syak wasangka dan fitnah, apalagi banyak mubalig dengan tingkat keilmuan lebih tinggi yang tidak masuk daftar.

Menurut Dahnil, Kemenag perlu memikirkan ulang penerbitan rekomendasi karena justru dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kekhawatiran pemerintah terhadap para mubalig yang dianggap tak berkomitmen terhadap “nilai-nilai kebangsaan” dan Pancasila juga berlebihan.

BACA JUGA :  Tausiah Ke-15 : Jalan Menuju Allah S.W.T

Pemerintah seharusnya melakukan upaya yang lebih persuasif dengan terlebih dahulu membuka dialog terhadap mubalig-mubalig yang dimaksud.

“Oleh sebab itu, saran saya kepada Kementerian Agama: tidak perlu ragu, tidak perlu malu, dengan putusan yang saya anggap keliru itu. Anulir saja keputusan tersebut dan tidak perlu juga ditambah daftarnya,” kata Dahnil dilansir dari Tirto, Selasa (22/5).

BACA JUGA :  Tausyiah Puasa Ke-22 : Syarat, Rukun, dan Pembatal I’tikaf

Dengan alasan yang hampir mirip dengan Dahnil, Fahmi Salam juga menolak direkomendasikan negara. Ia menilai Kemenag tidak punya kapasitas dan wewenang untuk menentukan mubalig mana yang tepat untuk masyarakat dan mana yang tidak. Menurut dia, hal tersebut justru akan menimbulkan dikotomi di antara para mubalig yang, lagi-lagi, dapat menimbulkan friksi.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here