Beranda Lifestyle Benarkah? Sering Komsumsi Telur Bisa Picu Penyakit Jantung

Benarkah? Sering Komsumsi Telur Bisa Picu Penyakit Jantung

226
0
BERBAGI
Benarkah? Sering Komsumsi Telur Bisa Picu Penyakit Jantung | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, KESEHATAN – Penyakit jantung sering terjadi pada siapapun, bahkan penyakit ini jika tidak di tanggulangi dan ditangani dengan baik akan berakibat fatal yang bisa berujung pada kematian, lantas apa penyebab penyakit jantung yang sering terjadi.

Faktor makanan bisa menjadi penyebab penyakit jangunt, bahkan tidak hanya itu kurangnya olah raga dan menjaga kesehatan tubuh juga bisa menjadi pemicu besar terserang penyakit jantung.

Makanan apa saja yang bisa menyebabkan penyakit jantung, beberapa dokter menyampaikan bahwa makanan yang tinggi lemak dan kolesterol dapat mengakibatkan penyumbatan pada pembulu darah dan bisa terhentinya transfusi darah ke jantung.

Sehingga daya pompa jantung tidak stabil hal ini yang mengakibatkan detak jantung terhenti dan bisa mengakibatkan berhentinya aliran darah keseluruh tubuh.

Salah satu lauk favorit masyarakat Indonesia adalah telur. Tak hanya harganya yang murah, telur cenderung mudah untuk diolah dan memiliki rasa yang enak. Hanya saja, apakah benar anggapan yang menyebut hobi makan telur bisa menyebabkan penyakit jantung?

Anggapan Makan Telur Bisa Memicu Penyakit Jantung

Pakar kesehatan Prof. Christopher Blesso dari University of Connecticut, Amerika Serikat menyebut telur sangat padat nutrisi. Bahkan, jika kita mengonsumsi telur dengan makanan lain, tubuh akan bisa menyerap vitamin dalam jumlah yang lebih banyak.

“Contohnya, kalau kita makan telur dengan salad, maka vitamin E di dalam salad akan lebih banyak diserap oleh tubuh,” ucap Prof. Blesso.

Hanya saja, banyak orang yang mengkhawatirkan kandungan kolesterol di dalam telur. Sebagaimana kita ketahui, kolesterol identik dengan penyakit jantung yang dikenal mematikan.

Padahal, di dalam satu butir kuning telur terdapat kolesterol sebanyak 185 mg. Sebagai informasi, pakar kesehatan menyarankan kita membatasi asupan kolesterol maksimal 300 mg.

Apa Itu Kolesterol?

Pakar kesehatan menyebut kolesterol terlanjur dianggap sebagai masalah bagi kesehatan. Padahal, dalam realitanya kolesterol tidak selalu didapatkan dari makanan. Sebagian besar kolesterol justru diproduksi oleh hati dan usus kita

Kolesterol dibutuhkan untuk membran-membran sel, produksi vitamin D, dan pengendalian kadar hormon testosteron dan estrogen. Hal ini berarti, asalkan jumlahnya di dalam tubuh seimbang, kita justru mendapatkan manfaatnya.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here