Beranda Daerah Alat Pemanen Air Hujan Pertama di Batam di Resmikan.

Alat Pemanen Air Hujan Pertama di Batam di Resmikan.

1227
0
BERBAGI
Walikota Batam Muhammad Rudi melakukan penanaman pohon di acara Hari Air Sedunia Ke-26 | Foto : Humas Batam

DETIKEPRI.COM, BATAM – Peringatan Hari Sedunia yang dilaksanakan oleh BWWS dan di hadiri oleh Walikota Batam di Sekupang, menjadi momen penting untuk terus menjaga kelestarian hutan dan juga menjaga sumber daya air. Pentingnya sumber daya air untuk keberlangsungan hidup setiap orang yang tinggal di Batam, dan kewajiban bagi semua orang untuk tetap menjaga sumber air.

BWWS IV Bersama Walikota Batam Muhammad Rudi meninjau alat pemanen air hujan (PHA) yang diciptakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumbahan Rakyat Direktorat Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWWS) IV, Kamis (22/3) di Sekupang. Peresmian alat pemanen air hujan ini disejalankan dengan peringatan Hari Air Dunia ke-26. Usai meninjau PHA, Walikota Batam bersama Kepala BWWS IV Batam, Ismail Widadi melakukan penanaman pohon di depan kantor BWWS.

BACA JUGA :  KKP Kirim Tim Selidiki Dampak Tumpahan Minyak di Balikpapan

Ismail Widadi mengungkapkan bahwa alat ini sangat penting karena dapat digunakan untuk memproses air tampungan digunakan kembali. Tema yang diusung dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-26.”Manfaatkan Air untuk kelestarian alam”. Air harus dimanfaatkan sesuai kegunaannya, karena sumber air sangat terbatas.

“Jadi momen memperingati air sedunia ini sebagai momen untuk memupuk semangat kita melestarikan sumber daya air yang ada di muka bumi ini”. Ungkapnya.

BACA JUGA :  Viral : Pria yang Menghina Nabi Muhammad di Ciduk Polisi

Berbagai kegiatan telah dilakukan BWWS dimulai dengan kegiatan pembersihan di sekitar Sei Harapan. Melakukan pembinaan komunitas Sei Lengkai, pembersiahan Sei Lengkai dan Gotong Royong Akbar. Kemarin juga dilakukan deklarasi dan pengukuhan Komunitas
Sei Lengkai yang disaksikan oleh Walikota.

Walikota dalam sambutannya mengatakan bahwa jumla air di Batam terbatas, untuk itu kecamatan harus memiliki penampungan air limbah. Sehingga iar yang sudah digunakan tidak terbiar mengalir ke laut. Ia mengajak masyarakat Batam untuk menjaga sumber daya air dengan melestarikan lingkungan. Pemerintah Kota Batam menurutnya akan menanam sejuta pohong Ketapang Kecana. Hingga dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun, Kota Batam menjadi hijau.

BACA JUGA :  Ingat Tiket Pesawat Jangan Jual di HET, Ini Penjelasan Kapolresta Barelang

“Air bisa membawa kebahagian dan juga bisa menjadi bencana bagi kita, itu karena ulah siapa? Selama ini air yang sudah kita gunakan masih kita biarkan saja mengalir ke laut. Saya ingin hijaukan Kota Batam ini, agar air tidak habis. Ayo semua mari kita jaga sumber daya air untuk Fasum dan Fasos tanggung jawab kami untuk menghijaukannya, yang di perumahaan menjadi tanggung jawab bersama.” Ungkapnya di sela sambutannya.(Ptr)

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here