Beranda Liputan Khusus Syiar Islam Ramadhan 1445 H alami 2 Kali Gerhana Matahari, 4 Kali dalam Tahun...

Ramadhan 1445 H alami 2 Kali Gerhana Matahari, 4 Kali dalam Tahun 2024

127
0
Gerhana Matahari 2 kali terjadi di Ramadhan 1445 H

DETIKEPRI.COM, SYIAR – Hal yang jarang terjadi, Gerhana Matahari kali ini akan terjadi dua kali dalam 1 bulan tepatnya di bulan suci Ramadhan 1445 H, yang akan terjadi pada pertengahan Ramadhan dan akhir Ramadhan 1445 H.

Gerhana merupakan peristiwa terhalangnya cahaya dari sebuah sumber oleh benda yang lain.

Seperti terhalang cahaya Matahari oleh Bulan yang menyebabkan terjadinya Gerhana Matahari dan terhalang cahaya Matahari oleh Bumi yang menyebabkan Gerhana Bulan.

Gerhana Matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon).

Sedangkan Gerhana Bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon).

Namun tidak setiap bulan baru akan terjadi Gerhana Matahari dan setiap bulan purnama terjadi Gerhana Bulan.

“Hal ini disebabkan bidang orbit Bulan dalam mengitari Bumi tidak sejajar dengan bidang orbit Bumi dalam mengitari Matahari,” ulas Ketua Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail, Ssy, MA. dilansir dari tribun loksumawe

“Seandainya bidang orbit Bulan sama dengan bidang orbit Bumi, maka bisa dipastikan di setiap bulan baru akan terjadi Gerhana Matahari dan setiap bulan purnama terjadi Gerhana Bulan,” urai Dr Tgk Ismail.

Diuraikan juga, Gerhana Matahari dikenal ada empat jenis:

1. Gerhana Matahari Total, di mana saat puncak gerhana terjadi, seluruh piringan Matahari ditutupi oleh piringan Bulan sehingga Matahari terlihat hitam dan memancarkan cahaya korona yang indah.

2. Gerhana Parsial, di mana saat puncak gerhana terjadi hanya sebahagian piringan Matahari ditutupi oleh piringan Bulan.

3. Gerhana Cincin, dinamai dengan cincin karena saat puncak gerhana terjadi, piringan Bulan hanya menutupi pertengahan piringan Matahari saja sehingga Matahari terlihat bercahaya pada lingkaran pinggir saja yang berbentuk mirip cincin dan pada posisi tengah Matahari berwarna hitam.

4. Gerhana Hibrida, di mana saat puncak gerhana terjadi, di satu daerah terlihat Gerhana Matahari total dan di daerah lain terlihat berbentuk Gerhana Cincin. Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang relatif jarang terjadi atau langka.

Untuk Gerhana Bulan dikenal ada tiga jenis:

1. Gerhana Bulan Total, di mana saat puncak gerhana seluruh piringan bulan memasuki bayangan umbra (inti) Bumi, sehingga bulan terlihat saat itu berwarna hitam kemerah-merahan.

2. Gerhana Bulan Sebahagian (Parsial), di mana saat puncak gerhana terjadi, permukaan Bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti Bumi (bayang umbra).

3. Gerhana Bulan Penumbra, di mana Bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar Bumi saja (bukan bayang inti Bumi), tidak sampai ke dalam bayang inti (bayang umbra).

Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata Bulan hanya terlihat redup tidak memancarkan sinar yang kuat seperti pada saat purnama-purnama lainnya.

Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra harus menggunakan teleskop.

Gerhana di Tahun 2024

Pada tahun 2024, secara global akan terjadi 4 kali gerhana, 2 kali Gerhana Matahari dan 2 kali Gerhana Bulan.

Rinciannya:

1. Gerhana Bulan Penumbra, akan terjadi pada 25 Maret 2024 M atau bertepatan dengan 15 Ramadhan 1445 H.

2. Gerhana Matahari Total, 09 April 2024 M, 30 Ramadhan 1445 H.

3. Gerhana Bulan Parsial, 18 September 2024 M, 15 Rabiul Awal 1446 H.

4. Gerhana Matahari Cincin, 03 Oktober 2024 M, 29 Rabiul Awal 1446 H.

Dari 4 gerhana yang akan terjadi pada tahun 2024, tidak ada satu pun gerhana yang dapat dilihat dari daratan Aceh.

Hal ini diakibatkan jalur gerhana tidak melewati daratan Aceh.

Untuk wilayah lain di Indonesia, hanya gerhana Bulan Penumbra yang terjadi pada tanggal 25 Maret 2024 yang hanya dapat dilihat di Papua saat Bulan mulai terbit di ufuk timur.