Beranda Lifestyle Covid-19 Bisa Menular melalui Toilet, Berikut Penjelasan dan Pencegahannya

Covid-19 Bisa Menular melalui Toilet, Berikut Penjelasan dan Pencegahannya

11
Covid-19 Bisa Menular melalui Toilet, Berikut Penjelasan dan Pencegahannya | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, KESEHATAN – Penyebaran Covid-19 dapat terjadi dimanapun dan kapanpun, terlebih lagi penggunaan fasilitas umum yang juga menjadi tempat penyebaran yang rentan menginfeksi setiap orang yang menggunakannya.

Untuk itu tetap waspada dan lebih berhati-hati serta harus melakukan beberapa protokol kesehatan untuk terhindari dari infeksi yang dapat terjadi di tempat-tempat atau fasilitas umum seperti WC/Toilet umum.

Untuk dapat menghindari penyebaran dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penjelasanya berikut :

Seperti yang sudah kita ketahui, penularan virus COVID-19 melalui droplet, baik dari saat berbicara, bersin, batuk, maupun droplet yang menempel.

Penularan melalui udara bisa terjadi pada kondisi tertentu pada prosedur-prosedur yang menghasilkan aerosol seperti intubasi pada orang yang akan dioperasi atau resusitasi jantung dan paru. Lalu, bagaimana dengan risiko penularan COVID-19 di toilet?

Risiko Penularan COVID-19 Melalui Toilet

Penularan melalui jalur fecal-oral masih diteliti sebagai jalur penularan COVID-19 karena ditemukan RNA virus ini di tinja pasien. Waktu munculnya virus ini di tinja belum bisa di pastikan apakah pada masa inkubasi, selama sakit atau setelah penyembuhan.

Pada beberapa pasien memang bisa ditemukan gejala-gejala pencernaan seperti diare,muntah, atau nyeri perut. Pada pasien yang memiliki gejala pencernaan maupun tidak memiliki gejala pencernaan tetap bisa ditemukan komponen virus tersebut di tinjanya.

Selain dari tinja, komponen virus ini juga bisa ditemukan di urine penderita.

Sekitar 3,7% pasien dalam urinenya bisa ditemukan komponen virus walau hanya dalam jumlah virus (viral load) yang sedikit. Hal paling penting dalam mengetahui apakah suatu metode penularan berbahaya atau tidak adalah jumlah virus (viral load). Semakin tinggi jumlahnya maka kemungkinan penularan virus melalui metode tersebut semakin tinggi.

Jumlah virus tertentu diperlukan untuk bisa menularkan ke orang lain, contohnya seperti pada virus HIV, jumlah virus di darah cukup tinggi sehingga virus ini bisa menularkan ke orang lain apabila memakai jarum suntik yang sama namun tidak menular melalui pemakai sendok yang bersamaan karena jumlah virus di ludahnya terlalu rendah untuk bisa menularkan ke orang lain.

Tinggalkan Balasan