Beranda Politik Hoax Jadi Komoditi Politik, Siapa Pelaku Sebenarnya dan Apa Kepentingannya?

Hoax Jadi Komoditi Politik, Siapa Pelaku Sebenarnya dan Apa Kepentingannya?

167
0
BERBAGI
Hoax atau Berita bohong, Fake News | Photo : Ilustrasi/Net

DETIKEPRI.COM, POLITIK – Penyeberan berita bohong dan tidak ada sumber yang benar selalu terjadi di linimasa media sosial dan bahkan group-group jejaring sosial lainnya. Bahkan berita bohong atau palsu selalu hadir memberikan kabar terbaru untuk mendapat simpati dari semua orang yang menerimanya.

Hoax atau berita bohong tidak pernah absen dari dinding media sosial, lantas apa fungsi berita ini dalam dunia pertarungan dalam politik.

BACA JUGA :  Zumi Zola Ditahan, Tjahjo Kumolo Langsung Tunjuk Plt Gubernur Jambi

Benarkah berita bohong atau hoax dapat menjadi komoditi efektif untuk meningkatkan popularitas ataupun keterkenalan seseorang?

Menyerang dan saling menjatuhkan dalam politik adalah hal lumrah untuk mendapat simpatik dan perhatian para pemilih, terutama pemilih pemula.

Lantas Hoax siap menerjang segala lini untuk mendapatkan simpatik atau hoax hanya di jadikan sebagai komoditi pemecah belah?

BACA JUGA :  Pileg 2019 - KPU Wajibkan Caleg Serahkan LHKPN

Pemberantasan Hoax oleh pihak yang berwajib sudah pada titik hukum tertinggi yang akibatnya penyebar hoax atau pembuatnya akan mendapat ganjaran hukuman kurungan dengan durasi waktu yang disesuaikan oleh keputusan pengadilan.

Undang-Undang ITE menjadi payung hukum untuk menjerat para pelaku peyebar atau pembuat hoax tersebut, bahkan ITE terkesan menjadi senjata pamungkas untuk dapat menghapuskan para pelaku dan mengurangi penyebarannya.

BACA JUGA :  Fadli Zon : Ingin Pindah Partai, Makanya Dia Mengundurkan

Pemilu Presiden pada 17 April mendatang menjadi salah satu zona yang kuat untuk terjadi penyebaran hoax dan berita bohong dengan tujuan menjatuhkan satu calon atau mempertahankan calon yang lain.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here