Beranda Advertorial Langkah Gatot Nurmantyo Yang Penuh Kontroversi

Langkah Gatot Nurmantyo Yang Penuh Kontroversi

1567
0
BERBAGI
Gatot nurmantyo / foto : istimewa

Detikepri.com, Adventorial – Karier Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI berakhir menjelang penutupan tahun 2017. Sepanjang menjabat sebagai Panglima TNI sejak 2015, Gatot beberapa kali menyita perhatian publik karena kontroversinya.

Pada 2017, ada sejumlah pernyataan Gatot yang dinilai kontroversial dan beraroma politis. Misalnya, langkah dia memerintahkan jajaran TNI untuk menonton film Pengkhianatan G30S/PKI.

BACA JUGA :  Klinik Rose Medical Centre Melayani Kesehatan Lebih Baik

Gatot menilai pemutaran film ini berguna agar kekejaman kaum komunis bisa diketahui masyarakat luas. Dia tidak sependapat jika pemutaran film tersebut dianggap untuk mendiskreditkan pihak tertentu.

Lalu, ceramahnya di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Minggu 4 Juni 2017, juga menuai polemik. Sebab, Gatot mengkritik demokrasi di Indonesia.

Demokrasi di Tanah Air, kata dia, haruslah sesuai dengan ajaran Islam yang tecermin dalam sila keempat Pancasila. Namun, “Demokrasi kita tidak sesuai lagi dengan Pancasila, (karena) tidak melalui musyawarah dan mufakat lagi,” kata Gatot.

BACA JUGA :  Mengenal Lebih Dekat Amsakar Achmad " Wakil Wali Kota Batam "

Demikian pula pada Mei 2017. Saat itu, Gatot membacakan puisi karya konsultan politik Denny JA, dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar.

Puisi tersebut berjudul “Tapi Bukan Kami Punya”. Bait-bait puisi itu berisi potret kehidupan rakyat Indonesia kini yang, dalam anggapan Denny JA, timpang.

Melalui puisi ini, Gatot menyatakan ingin mengingatkan seluruh pihak agar waspada. Jangan sampai orang Indonesia terpinggirkan, seperti sosok Jaka, tokoh yang diceritakan dalam puisi tersebut.

BACA JUGA :  Kisah Mantan Kepala Otorita Batam, Ismeth Abdullah
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here