Beranda Syiar Islam Kisah pemuda yang marah pada Allah karena tak kunjung dapat kerja

Kisah pemuda yang marah pada Allah karena tak kunjung dapat kerja

145
0
BERBAGI
Kisah pemuda yang marah pada Allah karena tak kunjung dapat kerja
Kisah pemuda yang marah pada Allah karena tak kunjung dapat kerja | Photo : Ilustrasi

DETIKEPRI.COM, SYIAR – “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (Surah Al Baqarah: 245).

Dalam ayat tersebut Allah SWT telah berjanji akan memberikan rezeki berlipat ganda kepada hamba-Nya yang tidak pelit bersedekah. Sedekah juga dianggap jalan yang melapangkan saat seseorang mengalami kesusahan.

Namun apa yang Anda lakukan saat Allah SWT belum memberi jalan keluar dan rezeki, padahal Anda sendiri menilai sedekah Anda sudah total, rutin dan menggunung?

Kisah ‘Salah Sedekah’ yang diproduksi Daarul Quran bisa jadi bahan renungan. Kisah dimulai saat seorang pemuda berkeluh kesah karena sudah enam bulan dirinya belum mendapat kerja pasca-PHK.

Semula dia meyakini bahwa sedekah akan memberinya pekerjaan baru. Namun keyakinan itu tumbang saat dia merasa kehidupan makin terasa sulit. Adik-adiknya banyak menunggak uang sekolah, ditambah ayahnya sakit keras. Alhasil dia pun harus menjual sepeda motor kesayangannya.

“Kakak yang salah yang enggak bisa nafkahi keluarga ini. Allah yang salah yang buat kita kayak gini,” teriak pemuda itu di hadapan dua adik dan ayahnya dalam video berdurasi hampir 17 menit itu, Senin (8/6).

Hingga suatu ketika dia bertemu dengan seorang petugas kebersihan yang bersedekah ke yayasan penghafal Al-Quran milik Ustaz Yusuf mansyur. Pemuda ini bertanya bagaimana bisa dia bersedekah dan percaya bahwa Allah akan menjawab doanya, padahal dia sendiri kesusahan.

“Saya percaya haqul yakin,”ucap petugas kebersihan itu singkat. Pemuda tersebut akhirnya mengaku bahwa dia kini sudah tidak percaya dengan berkah sedekah.

Lantas saja petugas kebersihan itu menjawab dengan lugas “Terkadang kita beribadah kurang ikhlas ketika yang kita pinta kepada Allah tidak terkabul,”. Dia pun menganalogikan kejadian itu dengan anaknya yang ngambek saat tidak diberi upah membantu ayah ibunya. Padahal mereka tengah menabung untuk membeli hadiah sepeda.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here