Beranda Ekonomi & Bisnis Pinjaman Online Rugikan Nasabah, Hingga Ancam Bocorkan Data Pribadi

Pinjaman Online Rugikan Nasabah, Hingga Ancam Bocorkan Data Pribadi

473
0
BERBAGI
Melissa Sarwah menceritakan nasibnya yang terjerat pinjol kemarin. Dia bahkan diberhentikan dari pekerjaannya setelah diteror DC. (Denny Mahardika/Jawa Pos)

DETIKEPRI.COM, JATIM – Sejak perkembangan teknologi yang cukup pesat, perubahan dunia finansial juga ikut bergerak, hingga merambah pada pinjaman dana segar.

Fintech (Financial Technology) saat ini cukup berkembang sangat pesat, bahkan ada ratusan aplikasi FinTech berada di pasar aplikasi Google Play.

Berbagai tawaran terus datang mencoba untuk mendapatkan nasabah sebanyak mungkin. Namun harus hati-hati pinjaman online tidak menjamin data diri anda aman.

Seperti halnya yang dialami seorang wanita dari jatim, mengajukan pinjaman online berjumlah Rp.1.5 juta namun hanya terima Rp.850 ribu dan harus bayar sebesar Rp.1.750.000. Tidak hanya itu, teror yang dilakukan pemberi pinjaman bahkan ancaman.

Dilansir dari jpnn.com Sebanyak 15 nasabah mengadu ke Polda Jatim terkait teror yang didapat setelah meminjam uang di aplikasi pinjaman online (pinjol).

Bagi mereka, teror yang dilakukan desk collector (DC) dari pinjol sangat meresahkan. Bahkan dari kejadian itu, dua nasabah harus menerima ganjaran, diberhentikan dari pekerjaannya.

Sebanyak 15 nasabah itu berasal dari berbagai kota di Jawa Timur. Mereka mengadu karena persamaan nasib. Yakni, penagihan pinjol yang berujung teror.

Penagihan itu penuh dengan ancaman penyebaran utang melalui pesan berantai, telepon, hingga penyebaran foto pribadi melalui pesan WhatsApp.

Melissa Sarwah, nasabah asal Tulungagung, misalnya. Pinjol menjadi penyebab dia diberhentikan dari pekerjaannya. Bahkan, namanya tercemar dan membuat malu keluarga.

”Saya dipecat dari pekerjaan karena hal itu,” ujarnya.

Tak hanya itu, hujatan juga diterimanya. Bahkan, setiap dua menit teleponnya berdering. Dalam sehari, 100 pesan diterimanya dari 40 aplikasi yang telah di-download-nya. Padahal, aplikasi itu baru di-download empat bulan lalu.

Sementara itu, korban lainnya mengeluhkan hal yang sama. Pinjaman online dengan durasi penagihan yang cepat membuat banyak korban harus gali lubang tutup lubang.

Salah satunya Novita Hartini. Nasabah yang tinggal di Malang tersebut harus menanggung utang puluhan juta rupiah dari pinjol. Awalnya, Novita meminjam uang dari dua aplikasi pinjol untuk membiayai pengobatan dirinya.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here