Beranda Daerah Akankah Batam Berstatus Zona Merah? Menyusul Penutupan RSUD dan 4 Puskesmas

Akankah Batam Berstatus Zona Merah? Menyusul Penutupan RSUD dan 4 Puskesmas

1453
Peta Penyebaran Covid-19 di Kota Batam | Sumber : Lawancorona.batam.go.id

DETIKEPRI.COM, BATAM – Menilik perkembangan Covid-19 di Kota Batam yang kian memprihatinkan dengan penambahan 15 orang terkonfirmasi terpapar Covid-19, sesuai rilis Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Batam pada Kamis (27/08/2020).

Ini menunjukan penambahan daftar panjang orang yang terpapar covid-19, dan dilakukan karantina di RSKI Pulau Galang hingga dinyatakan sembuh.

Melihat perkembangan ini akankah Batam bakal jadi status Zona Merah. Sebab penyebaran Virus Corona yang kian mengkhawatirkan.

Hingga Kamis (27/08/2020) jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 545 Kasus, Sembuh sebanyak 357 Orang, Meninggal Sebanyak 31 Orang, dan sedang dalam perawatan sebanyak 157 orang mengutip sumber dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Batam.

Sumber : lawancorona.batam.go.id

Dan hari ini dikabarkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah dilakukan penutupan sementara hingga menunggu hasil screening petugas, disebabkan beberapa orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD terpapar Covid-19.

Serta 4 Puskesmas juga dilakukan penutupan dengan kasus yang sama, dengan demikian kondisi Kota Batam pada tahap yang mengkhawatirkan.

Upaya pemerintah untuk melakukan pencegahan dan penangan Covid-19 cukup dapat di apresiasi, dan kesadaran masyarakat akan bahaya virus corona juga sudah cukup baik.

Kondisi ini tidak akan berlalurt-larut sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik untuk saling menjaga agar tidak tertular dan menulari.

Pemerintah harus mengambil tindakan atas kejadian, sehingga dapat memutus mata rantai penyeberan virus corona di Kota Batam.

Alasan masyarakat inten melakukan aktifitas di luar dan berinteraksi dengan banyak orang adalah upaya mereka memenuhi kebutuhan hariannya.

Dikondisi yang kian sulit dengan di dobrak penyebaran virus corona yang terus meningkat, mengakibatkan dilema masyarakat dan pemerintah dalam mengambil sikap tegas.

Yang jelas tetap jaga kesehatan dan selalu gunakan masker serta jaga jarak (Social Distancing) sehingga dapat mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kita semua bisa melawan virus corona, kita semua bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi saat ini, untuk itu dipandang penting untuk saling menyadari kondisi ini.(Red/Ptr)

Tinggalkan Balasan