Beranda Ekonomi & Bisnis One Belt One Road, Bisnis Investasi Cina Siap Lahap Indonesia

One Belt One Road, Bisnis Investasi Cina Siap Lahap Indonesia

0
One Belt One Road, Bisnis Investasi Cina Siap Lahap Indonesia | Photo : ist/net

DETIKEPRI.COM, EKONOMI & BISNIS – Proyek jalur sutra yang di inisiasi oleh negara china merupakan mega proyek yang siap melahap negara-negara yang telah menandatangani kerjasama dengan proyek tersebut, dengan janji akan menyediakan alat kerja dan sistem kerja, serta para pekerja maka negara yang telah MoU hanya menerima kunci tidak melakukan apapun.

Namun gelontoran dana yang di tawarkan OBOR (One Belt One Road) siap melahap ekonomi negara tersebut, sebab bunga pinjangan cukup besar dan akan terus naik.

Menurut Menteri Kemaritimana Luhut Binsar Panjaitan, Proyek Inisiatif One Belt One Road bakal di tanda tangani pada bulan April 2019.

Seperti yang dikutip dari tempo.co Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tahap pertama proyek skala besar dari inisiatif One Belt One Road Cina akan ditandatangani pada bulan depan.

Dalam pertemuan Global Maritime Fulcrum Belt And Road Initiatives (GMF –BRI), Cina sudah menyiapkan rancangan Framework Agreement untuk bekerja sama di Kuala Tanjung, Sumatra Utara (Sumut) sebagai proyek tahap pertama.

Selanjutnya, ada beberapa tahap proyek kerja sama lain yang telah disepakati seperti Kawasan Industri Sei Mangkei dan kerja sama strategis pada Bandara Internasional Kualanamu untuk tahap kedua.

Jika apa yang disampaikan Luhut Binsar Panjaitan adalah benar maka pada April ini Indonesia telah menandatangani MoU One Belt One Road China (OBOR). Maka bersiap-siaplah akan kedatangan banyak pekerja cina yang bakal masuk dalam setiap proyek yang di laksanakan melalui MoU tersebut.

Sementara itu pemerintah telah merilis besaran anggaran APBN yang akan digunakan untuk membayar pokok hutang dan bunga hutang, seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com Pemerintahan Presiden Joko Widodo mengalokasikan anggaran sebesar Rp396,54 triliun untuk membayarkan bunga dan cicilan pokok utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Hal ini termuat dalam lampiran Peraturan Presiden Nomor 129 Tahun 2018 yang diteken Jokowi akhir bulan lalu.

Dalam lampiran V, dijelaskan alokasi pembayaran bunga utang pada APBN 2019 mencapai Rp275,88 triliun, naik 15,62 persen dibanding 2018 sebesar Rp238,6 trilun. Alokasi pembayaran bunga utang tersebut masih didominasi pembayaran bunga utang luar negeri yang mengambil porsi 92 persen atau mencapai Rp255,84 triliun.

Tinggalkan Balasan