Beranda Lifestyle Wow Iuran BPJS Naik 100%, Beban Berat Rakyat Bertambah

Wow Iuran BPJS Naik 100%, Beban Berat Rakyat Bertambah

286
0
BERBAGI
Menteri Keuangan Sri Mulyani | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, KESEHATAN – Awal gagasan dan pembentukan BPJS yang bertujuan untuk membantu masyrakat yang kurang mampu, memenuhi kebutuhan pengobatan dirumah sakit dengan biaya yang lebih rendah.

Seiring waktu berjalan fungsi pokok BPJS mulai perlahan tidak mementingkan masyarakat tidak mampu, bahkan pemegang kartu ini hampir tidak dapat fasilitas kesehatan dan perawatan dalam kasus tertentu.

Walau demikian masyarakat masih mempercayai BPJS sebagai sarana penunjang kesehatan yang cukup membantu.

Wacana kenaikan Iuran BPJS sepertinya sudah diambang pintu, bahkan Kemenkeu sudah menyampaikan bahwa bakal terjadi kenaikan Iuran pokok bulanan setiap jiwanya sebesar 100%.

BACA JUGA :  Sering Konsumsi Makanan Olahan, Inilah Dampak dan Akibatnya

Kenaikan ini dipandang sangat memberatkan bagi masyarakat kurang mampu dan akan memberi tekanan berat kepada masyarakat itu sendiri.

Dilansir dari laman republika.co.id Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan usulan kenaikan tarif iuran peserta BPJS Kesehatan untuk setiap kelas. Iuran yang diusulkan Kemenkeu tersebut lebih tinggi dari yang digadang-gadang Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Dalam skema kenaikan Kemenkeu yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani kemarin, kenaikan yang diusulkan mencapai dua kali lipat dari iuran yang berlaku saat ini.

Untuk iuran kelas mandiri I diusulkan naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu per jiwa per bulan. Sementara, kelas mandiri II dari Rp 59 ribu menjadi Rp 120 ribu per jiwa per bulan.

BACA JUGA :  Mau Awet Muda dan Hilangkan Kerut? Masker Coklat Solusinya

Pada kelas mandiri III diusulkan setara dengan penerima bantuan iuran (PBI), yaitu Rp 42 ribu per jiwa per bulan. Jumlah ini naik Rp 16.500 dari iuran saat ini, yakni Rp 25.500 per bulan per orang.

Besaran kenaikan yang diusulkan Sri lebih juga besar dibandingkan usulan versi DJSN, yakni Rp 75 ribu dan Rp 120 ribu untuk kelas mandiri II dan kelas mandiri I. Sementara itu, usulan untuk kelas mandiri III versi Kemenkeu dengan DJSN masih sama, yaitu RP 42 ribu. Nominal ini berlaku untuk tiap jiwa per bulannya.

BACA JUGA :  Anda Sering Alami Sakit pada Betis, Ada 11 Penyebabnya danTips Penanganan Tepat

Sri Mulyani menekankan, kenaikan tarif ini menjadi upaya untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan yang terus naik. Menurut DJSN, defisit BPJS Kesehatan tahun ini diprediksi menyentuh Rp 28,3 triliun. “Posisi di 2019, BPJS telah sampaikan surat ke kami bahwa tahun ini akan defisit sebesar itu,” ucapnya dalam rapat kerja gabungan Komisi XI dan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (27/8).

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here