Beranda Automotive MA Putuskan Yamaha dan Honda Harus Bayar Denda Karena Kartel

MA Putuskan Yamaha dan Honda Harus Bayar Denda Karena Kartel

305
0
BERBAGI
MA berikan sanksi denda kepada Yamaha dan Honda | Photo : logo yamaha dan honda

DETIKEPRI.COM, AUTOMOTIVE – Kasasi yang diajukan oleh perusahaan motor terbesar di Indonesia yaitu PT Astra Honda Motor dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di tolak oleh Makamah Agung.

Selama ini Honda dan Yamaha dianggap sebagai Kartel Motor Matic, sehingga kedua perusahaan harus membayar sejumlah denda yang telah di tetapkan MA.

Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh PT. Astra Honda Motor dan PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dalam kasus kartel sepeda motor matik, melawan Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

BACA JUGA :  Mick Dohan : Jorge Lorenzo Dapat Mengalahkan Marc Marquez

Dalam putusan Nomor 217 K/Pdt.Sus-KPPU/2019, MA menguatkan putusan pengadilan di bawahnya, yaitu Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Artinya, putusan KPPU bahwa telah terjadi kartel harga motor inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Baik Yamaha maupun Honda harus membayar denda.

Pada 2017, KPPU menjatuhkan denda maksimal untuk Yamaha yaitu Rp25 miliar, sedangkan Honda didenda Rp22,5 miliar. Kini denda itu harus dibayar dua produsen motor tersebut setelah keluar putusan kasasi.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Mitsubishi Meningkat Kalahkan Penjualan Honda

Seperti diketahui, PN Jakarta Utara pada 5 November 2017 menolak keberatan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan PT Astra Honda Motor atas putusan KPPU tentang persekongkolan penetapan harga jual motor skuter matik 110cc-125cc.

“Menolak seluruh eksepsi pemohon keberatan, menolak keberatan pemohon I dan II, serta menguatkan putusan KPPU,” tutur Ketua Majelis Hakim Titus Tandi dalam amar putusan perkara 163/Pdt.G/KPPU/2017/PN.Jkt.Ut pada 2017.

BACA JUGA :  Yamaha MT-15 Mulai Masuk Diler di Seluruh Indonesia
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here