Beranda Syiar Islam Tausiah Puasa Ke 14 : Celaka Dunia dan Akhirat

Tausiah Puasa Ke 14 : Celaka Dunia dan Akhirat

994
0
BERBAGI
Omar ali Saifuddin Mosque Brunei | Foto : Yamimah, Fiqih Wanita

DETIKEPRI.COM, SYIAR ISLAM – Dalam hidup yang fana ini, kita memiliki keluarga, kerabat, teman, sahabat, dan tetangga. Ada plus dan minus saat kita berinteraksi sosial. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita tidak terlepas dari berhubungan dengan manusia (silaturahim).

Interaksi sosial kita akan terbagi dalam beberapa tingkatan, kalangan atas, menengah, dan bawah. Begitu juga dengan lingkungan sosial kita, ada yang baik, buruk, atau campur aduk antara baik dan buruk. Tinggal akal kita mencerna dan memisahkan interaksi sosial itu.

BACA JUGA :  Riba Menjerat Anda Menuju Kefakiran

Mungkin, dalam hubungan bisnis kita pernah ditipu atau dikhianati. Jawabannya tidak lain, mereka yang menipu dan mengkhianati itu adalah orang dekat sendiri. Bisa kerabat, teman, tetangga, atau orang yang mengerti tentang pekerjaan kita.

Apabila kita pernah ditipu atau dikhianati, maka bersabarlah. Lebih mulia keburukan (kejelekan) mereka dibalas dengan hal-hal yang baik dan menyenangkan. Sehingga kehidupan kita menjadi lebih berkah dan tentram. Walaupun untuk membalas kebaikan seseorang yang pernah berbuat jahat (menipu, menzalimi, mengkhianati, dll) teramat berat.

BACA JUGA :  Tausyiah Puasa Ke 16 : Pelajaran Penting Ibadah Haji dan Umrah

Setidaknya dengan mendoakan mereka agar mendapat hidayah itu jauh lebih baik dan mulia di sisi Allah. Imam Muslim rahimahullah berkata di dalam kitab shahihnya pada hadis nomor 2581. Telah berkata kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Ali bin Hujr, mereka berdua berkata;

Telah berkata kepada kami Isma’il (yaitu Ibnu Ja’far), dari Al ‘Ala`, dari ayahnya, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أتدرون ما المفلس؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال: إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه، أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار

BACA JUGA :  Apresiasi Dewan Masjid Indonesia kepada Ustad Anasrudin Albatamy
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here