Beranda Syiar Islam Tausiah Puasa Ke 14 : Celaka Dunia dan Akhirat

Tausiah Puasa Ke 14 : Celaka Dunia dan Akhirat

1109
0
BERBAGI
Omar ali Saifuddin Mosque Brunei | Foto : Yamimah, Fiqih Wanita

DETIKEPRI.COM, SYIAR ISLAM – Dalam hidup yang fana ini, kita memiliki keluarga, kerabat, teman, sahabat, dan tetangga. Ada plus dan minus saat kita berinteraksi sosial. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita tidak terlepas dari berhubungan dengan manusia (silaturahim).

Interaksi sosial kita akan terbagi dalam beberapa tingkatan, kalangan atas, menengah, dan bawah. Begitu juga dengan lingkungan sosial kita, ada yang baik, buruk, atau campur aduk antara baik dan buruk. Tinggal akal kita mencerna dan memisahkan interaksi sosial itu.

Mungkin, dalam hubungan bisnis kita pernah ditipu atau dikhianati. Jawabannya tidak lain, mereka yang menipu dan mengkhianati itu adalah orang dekat sendiri. Bisa kerabat, teman, tetangga, atau orang yang mengerti tentang pekerjaan kita.

BACA JUGA :  Tausyiah Puasa Ke-22 : Syarat, Rukun, dan Pembatal I’tikaf

Apabila kita pernah ditipu atau dikhianati, maka bersabarlah. Lebih mulia keburukan (kejelekan) mereka dibalas dengan hal-hal yang baik dan menyenangkan. Sehingga kehidupan kita menjadi lebih berkah dan tentram. Walaupun untuk membalas kebaikan seseorang yang pernah berbuat jahat (menipu, menzalimi, mengkhianati, dll) teramat berat.

Setidaknya dengan mendoakan mereka agar mendapat hidayah itu jauh lebih baik dan mulia di sisi Allah. Imam Muslim rahimahullah berkata di dalam kitab shahihnya pada hadis nomor 2581. Telah berkata kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Ali bin Hujr, mereka berdua berkata;

Telah berkata kepada kami Isma’il (yaitu Ibnu Ja’far), dari Al ‘Ala`, dari ayahnya, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أتدرون ما المفلس؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال: إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه، أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار

BACA JUGA :  Kontroversi Penolakan Rilis 200 Mubalig, Menteri Agama Enggan Menanggapi

“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami (sahabat, red) adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Lalu nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) salat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang dengan membawa dosa telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim Nomor 2581).

BACA JUGA :  Amanah Disampaikan, Kasih Dicurahkan
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here