EKBIS – Dürer Lounge adalah satu-satunya lounge di Bandara Nuremberg. Namanya diambil dari Albrecht Dürer, seniman Jerman dari tahun 1500-an, yang terkenal dengan gambar badak dan kelinci, yang banyak ditampilkan di seluruh lounge dan terminal di sekitarnya. Saya mengunjungi lounge kontrak ini karena merupakan satu-satunya lounge di bandara.
Lounge-nya kecil tetapi juga tenang. Mengingat bahwa itu adalah lounge kontrak bandara, saya cukup terkejut dengan pilihan makanan dan minuman, meskipun area tersebut bisa lebih berkarakter selain dari tiga lukisan Dürer di dinding.
Akses dan Lokasi
Lounge Dürer di Bandara Nuremberg terletak di tengah terminal setelah melewati pemeriksaan keamanan. Penumpang harus berjalan menaiki eskalator dan melewati toko bebas bea. Pintu masuknya ada di sebelah kiri, di seberang gerbang A17 dan A18.
Ini berguna karena penerbangan saya berangkat dari A17. Penumpang non-Schengen harus memperhatikan bahwa lounge ini terletak sebelum pemeriksaan imigrasi.
Karena bandara menyediakan lounge ini, lounge ini terbuka untuk sebagian besar penumpang yang berangkat melalui terminal. Saya menggunakan status Lufthansa Senator saya untuk mengakses fasilitas tersebut.
Akses dapat dibeli seharga €24,99 ($28,48) atau gratis bagi mereka yang berusia di bawah 12 tahun yang masuk. Akses juga tersedia dengan ketentuan berikut,
| Airline | Eligibility |
|---|---|
| Air France | Business and first class (+1)
Elite Plus and higher (+1) |
| Condor | Business class |
| Eurowings | HON Circle Member
Senator Business class |
| KLM | Business and first class (+1)
Elite Plus and higher (+1) |
| Lufthansa | HON Circle Member (+1)
Senator (+1) Star Alliance Gold (+1) First class (+1) Business class |
| Marabou | Business class |
| Turkish Airlines | Business class
Miles&Smiles ELIT Miles&Smiles ELIT PLUS Miles&Smiles ELIT Card (+1) Star Alliance Gold (+1) |
| Other Access Options | Priority Pass, Diners Club, Dragon Pass, LoungeKey |
Kesan Pertama dan Tata Letak
Kesan pertama saya tentang lounge ini kurang memuaskan. Meja masuknya tidak dijaga, dan saya harus menekan bel pintu untuk memanggil karyawan. Namun, pendapat saya segera berubah. Lounge ini memiliki hampir semua yang Anda butuhkan, selain banyak sekali soket listrik.
Sayangnya, lounge dari pesawat berada di sisi lain terminal, yang berarti tidak ada pemandangan apron. Namun, ada pemandangan pengambilan bagasi yang sangat bagus. Lounge ini terbagi menjadi tiga area utama. Tepat setelah pintu masuk, terdapat dua meja tinggi dengan tempat duduk bar. Di sebelah kiri terdapat area sofa dengan kursi terpisah yang dipisahkan oleh meja kopi.
Terakhir, tempat duduk bergaya restoran yang lebih tradisional dapat ditemukan di bagian belakang lounge. Berbagai macam katering terletak di bagian tengah. Lounge ini berukuran dua kali lebih besar, dengan setengahnya tertutup. Hal ini mungkin karena kurangnya minat.
Tempat Duduk dan Ruang Kerja
Seperti yang disebutkan, ada tiga jenis tempat duduk utama: bangku bar, kursi berlengan tunggal, dan kursi restoran. Kursi-kursi ini tampak sangat mirip dengan yang ada di lounge Lufthansa, yang menunjukkan bahwa dulunya lounge ini adalah lounge Lufthansa.
Saya memilih untuk duduk di bangku bar, yang berada tepat di area katering. Bangku-bangku itu cukup nyaman untuk kunjungan singkat saya, tetapi saya tidak ingin duduk di sana untuk waktu yang lama.
Sayangnya, lounge ini tidak dirancang khusus untuk bekerja. Pertama, soket listrik sangat sedikit dan jarang di sebagian besar lounge.
Meskipun lounge ini menyediakan jaringan WiFi yang sama dengan terminal lainnya, kecepatannya cukup tinggi. Saya mencatat kecepatan unduh 77,9 Mbps dan kecepatan unggah 87,08 Mbps. Dua meja kerja sangat tersembunyi sehingga saya baru menyadarinya saat akan meninggalkannya.
Pilihan Makanan dan Minuman
Makanan di lounge ini disajikan secara prasmanan. Ada banyak pilihan camilan hangat, seperti pizza mini, pretzel, dan bahkan Nürnberger (sosis khas setempat). Ada keripik, kue kering, dan banyak camilan berbahan kacang di sisi suhu ruangan.
Awalnya saya mengabaikan makanan dingin, meskipun saya terkesan saat melihatnya. Sandwich-nya tampak lumayan, tetapi salad Caesar tampak lezat. Kekurangan dari makanan yang ditawarkan adalah aroma daging babi asap yang kuat dari flammkuchen dapat tercium di seluruh lounge.
Minumannya cukup standar untuk lounge sekelas ini. Jus, Coca-Cola, tonik, dan air minum kemasan tersedia di sisi minuman dingin.
Minuman beralkohol termasuk bir dan anggur, meskipun tampaknya tidak ada minuman beralkohol. Terakhir, di sisi minuman panas ada satu mesin kopi usang yang mengeluarkan banyak suara sehingga membuat area di sekitarnya kotor. Kopinya sendiri cukup nikmat sehingga saya kembali lagi untuk memesan lebih banyak.
Fasilitas Tambahan
Siapa pun yang mencari kamar mandi, tempat tidur siang, atau spa akan kurang beruntung. Fasilitas tambahan di lounge Dürer mencakup rak baca kecil dengan tiga majalah dan banyak brosur lokal. Di dekat pintu masuk, ada juga kode QR untuk memungkinkan penumpang mengakses publikasi digital. Setidaknya ini adalah pilihan yang sadar lingkungan.
Toiletnya sejujurnya adalah yang paling mengecewakan dari seluruh lounge. Pertama, toiletnya terasa seperti penjara karena ruangan persegi yang ditutupi ubin persegi abu-abu. Namun, banyak tisu toilet dan handuk tangan berserakan di lantai, membuat saya bertanya-tanya kapan terakhir kali dibersihkan.
Pelayanan dan Suasana
Lounge tersebut dikelola oleh seorang karyawan yang bertugas memeriksa boarding pass, mengisi ulang katering, dan membersihkan penumpang. Saya terkesan dengan etos kerjanya. Dia selalu bergerak, memastikan semua barang terisi penuh dan bahkan memastikan peralatan minum selalu dalam kondisi sempurna.
Lounge tersebut tenang. Jumlah penumpang yang menggunakannya sedikit (saya menghitung sekitar 10 orang selama periode sibuk) sehingga tidak pernah berisik. Tidak ada pengumuman, dan penumpang diminta untuk memperhatikan papan keberangkatan. Satu-satunya hal yang benar-benar membuat suara adalah mesin kopi.
Nilai Keseluruhan dan Perbandingan
Secara keseluruhan, lounge ini sangat bernilai bagi mereka yang memiliki akses, karena merupakan tempat yang tenang di mana mereka dapat menikmati minuman ringan sambil menunggu penerbangan. Jika saya harus membayar untuk akses, saya mungkin akan membeli sandwich atau kopi di terminal dan mencari sudut yang tenang untuk duduk.
Lounge ini sangat cocok untuk menangani urusan bisnis sehari-hari di bandara kecil seperti Nuremberg, jadi saya tidak akan mengkritiknya. Tentu saja, lounge ini tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan lounge Senator di Bandara Frankfurt, tetapi tidak perlu. Saya pasti akan kembali lagi jika diberikan akses dengan tiket saya. Namun, saya tidak akan membayar untuk mengakses lounge ini jika bagian luarnya sama nyamannya.

Saya seorang Wartawan di DETIKEPRI.COM yang dilindungi oleh Perusahaan Pers bernama PT. Sang Penulis Melayu, dan mendedikasikan untuk membuat sebuah produk berita yang seimbang sesuai kaidah Jurnalistik dan sesuai Etik Jurnalistik yang berdasarkan Undang-Undang Pers.







