Beranda Lifestyle Tingkat Stres Naik 30 Persen Ternyata Ini Penyebab yang Sering dialami orang

Tingkat Stres Naik 30 Persen Ternyata Ini Penyebab yang Sering dialami orang

367
0
BERBAGI
Tingkat Stres Naik 30 Persen Ternyata Ini Penyebab yang Sering dialami orang | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, KESEHATAN – Setiap orang akan mengalami stres yang berlebihan dengan berbagai penyebab yang kadang tidak disadari secara langsung oleh orang itu sendiri, padahal hal-hal yang selalu meningkatkan stres sering dilakukan oleh orang tersebut.

Selain dari faktor makanan, stres juga bisa dipicu oleh aktifitas yang berat dan dapat menyebabkan tingkat yang cukup membahayakan bagi kesehatan orang itu sendiri.

Banyak orang yang masih terbiasa untuk begadang di malam hari demi menonton acara televisi, mengobrol, atau sekadar bermain game. Meskipun sangat menyenangkan untuk dilakukan, pakar kesehatan menyebut kebiasaan kurang tidur ini bisa memberikan dampak sangat buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah bisa membuat kita lebih mudah stres. Kok bisa?

Dampak Kurang Tidur bagi Stres

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, disebutkan bahwa 330 partisipan dengan usia 18 sampai 50 tahun dilibatkan. Mereka dicek kebiasaan tidurnya setiap malam sekaligus kondisi kesehatan mentalnya.

Para partisipan diminta untuk melakukan tes MRI dan polysomnography. Sebagai informasi, tes terakhir bisa mengecek apakah seseorang mengalami gangguan tidur atau tidak.

Pemeriksaan ini mampu mengukur gelombang otak saat menonton video klip yang bisa mempengaruhi emosi. Aktivitas ini dilakukan dua kali, yakni saat mereka baru saja bangun dari tidur yang berkualitas dan saat baru bangun dari tidur dengan durasi yang kurang. Selain itu, para partisipan juga diminta untuk mengisi kuesioner yang tujuannya adalah mengukur stres.

Hasil dari penelitian yang kemudian dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Nature Human Behavior ini membuktikan bahwa kurang tidur bisa membuat kecemasan meningkat dan berimbas pada meningkatnya stres. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kurang tidur dalam membuat bagian abu-abu di dalam otak atau medial prefrontal cortex tertutup. Area ini memiliki pengaruh besar dalam mengendalikan kecemasan.

Kondisi ini juga akan berimbas pada lebih aktifnya pusat emosi di dalam otak yang akhirnya berimbas pada mudahnya kecemasan muncul dan meningkatkan level stres hingga 33 persen.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here