Beranda Liputan Khusus Sejarah Seni & Budaya Sejarah Islam : Perkembangan Intelektual

Sejarah Islam : Perkembangan Intelektual

393
1
Photo : Dok.Istimewa

DETIKEPRI.COM, SYIAR – Sejarah intelektual Islam klasik dilandasi oleh tersedianya semangat ilmiah dalam Al-Qur’an dan Hadist Nabawi. Orang hanya perlu mengingat bahwa ayat Al-Qur’an yang pertama diterima oleh Nabi Muhammad S.A.W

Mengandung perintah untuk membaca :Iqra’ dari perspektif histyoris posisi pertama ini jelas signifikan. Lalu di berbagai bagian dari kitab suci Al-Qur’an dengan mudah ditemukan perintah untuk mengoptimalkan penggunaan akal-budi manusia untuk memikirkan.

Merenungkan, mengati atau meneliti segala sesuatu yang ada di alam. Kehidupan Nabi Muhammad S.A.W pun dengan tegas menunjukan betapa besar apresisasinya terhadap aktivitas keilmuan.

Jadi kedua sumber utama ajaran Islam secara terpadu memberi fondasi yang sangat kokoh bagi pengembangan aktivitas intelektual oleh umat Islam.

Sejarah intelektual umat Islam diawali dengan pemeliharaan yang cermat terhadap setiap penggal ayat Al-Qur’an yang diterima oleh Nabi Muhammad S.A.W, sejak awal pemeliharaan ini telah melibatkan dua modus sekaligus : Penghafal dan Penulis.

Maka sejak periode paling awal di sekeliling Al-Qur’an tumbuh komunitas¬†Huffazh dan juga kelompok para penulis. Kemudian, pemeliharaan ini meningkat menjadi pembakuan dan pembukuan Al-Qur’an pada masa kekuasaan Khilafah Utsman Ibn Affan.

Hal yang sama juga dilakukan terhadap Hadist Nabawi, meskipun pada waktu yang sedkiti agak kebelakang. Lalu di seputar dua sumber utama tersebut (Al-Qur’an dan Hadist) muncullah pengkajian akademik yang kemudian menumbuhkan rumpun ilmu-ilmu Al-Qur’an (‘Ulum al Qur’an) dan rumpun ilmu-ilmu hadist (‘Ulum al-Hadits).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Berikan Komentar Anda
Ketikan Nama lengkap anda