Beranda Liputan Khusus Opini Mencari Nafkah, Setetes Air mata Kerinduan Suami untuk Istri, Sebuah Renungan Kontemplasi

Mencari Nafkah, Setetes Air mata Kerinduan Suami untuk Istri, Sebuah Renungan Kontemplasi

311
0

DETIKEPRI.COM, OPINI– Sebagai Kepala Keluarga untuk memberikan nafkah lahir dan batin adalah sebuah kewajiban seorang suami kepada istri dan Keluarganya. Namun kegundahan hati dan kerinduan terhadap istri menjadi sebuah ucapan yang tak tertahankan ketika lelah datang menghampirinya disaat bekerja.

Bagi pasangan suami istri yang terpisah jarak, rindu adalah hal yang wajar. Apa lagi, disaat istirahat bekerja, rasa rindu tersebut selalu menghantui. Ada hal baik yang selalu hadir dalam mengobati rasa rindu, melalui sambungan telpon dan vediocall adalah saling menumbuhkan kedewasaan dalam rumah tangga.

Raf’an (44) seorang pemuda yang rajin bekerja mengatakan rindu terhadap istri dan keluarga adalah hal yang sangat luar biasa, namun hal tersebut harus mampu menumbuhkan saling percaya dan dewasa dalam menjalani bahtera rumah tangga. Menjadi seorang suami dan kepala keluarga, adalah keharusan untuk memberikan kebahagiaan lahir dan batin. Jauh terhadap keluarga adalah sebuah perjuangan hidup untuk mencari nafkah demi keluarga tercinta.

Disadari keluarga adalah segalanya baginya, setiap tetes keringat dan air mata ini adalah jalan hidup untuk selalu berjuang, bersyukur dan selalu berdoa adalah kunci dari kehidupan. Kita sadari pelajaran, nasehat yang diberikan tak mengurangi rasa rindu ini kepada keluarga, pulang untuk ketemu, sebelum maut memisahkan adalah harapan yang selalu dinanti.

Walaupun tabah, namun terkadang disaat jauh goresan ego yang pernah tersirat seolah selalu menghantuinya. Memberikan makna penyesalan tiada henti baginya. Perlahan ia mulai menyadari, Sebagai suami yang jauh mengganti peran istri dalam keseharian tidak lah mudah bagi seorang pria yang belum terbiasa.

Hujjatul Islam Al-Ghazali, dalam kitabnya memberikan definisi bahwa rindu adalah konsekuensi dari adanya mahabbah (cinta) terhadap suatu objek. Dengan cinta, rindu akan datang dengan sendirinya. Rindu sendiri merupakan sesuatu yang sifatnya emosional tinggi untuk bisa bertemu dengan orang yang dirindukan.

Dalam Islam, rindu bukanlah hal yang tercela, tetapi tetap perlu disertai dengan kerendahan hati, kesucian, dan menjaga diri. Apalagi kepada istri atau sahabat dalam Islam. Rindu itu ingin bertemu dan ingin berbagi kebahagiaan dengan orang yang kita rindu.