Beranda Berita Daerah Perusahaan Mangkir Undangan Pertemuan, Masyarakat Dan Kades Kecewa

Perusahaan Mangkir Undangan Pertemuan, Masyarakat Dan Kades Kecewa

303
0
Pertemuan

DETIKEPRI.COM, BINTAN – Pertemuan Kades Toapaya bersama pemilik lahan yang sempat tertunda Kamis lalu akhirnya diselenggarakan pada Senin, 3/3/2023 bertempat diruang kepala desa.

Pertemuan tersebut dilakukan berdasarkan surat undangan yang dikirim oleh kepala desa, Suhenda kepada pemilik lahan, pihak perusahaan, rt,rw setempat,

dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas. Sesuai dengan undangan yang dikirimkan, pertemuan dilaksanakan pada pukul 14.00 wib,

dikarenakan menunggu perwakilan dari pihak perusahaan yang tidak hadir memenuhi undangan Kepala Desa maka pertemuan dilanjutkan pada pukul 15.00 wib.

Dengan tidak hadirnya pihak perusahaan dalam pertemuan pembahasan yang sudah diatur, oleh Kepala Desa bersama para pemilik lahan,

Kepala Desa sangat kecewa, ini terkesan bahwa pihak perusahaan tidak mengindahkan bahkan tidak menghargai surat undangan yang dikirim oleh pihak desa selaku pemerintah setempat.

Suhenda selaku kepala desa menyampaikan tidak hadirnya pihak perusahaan dalam pertemuan ini jelas membuat kami kecewa,

padahal saat pertemuan dilapangan kemarin pihak perusahaan jelas menyatakan bahwa ada lahan masyarakat yang sudah tumpang tindih,

dan sudah dibayarkan, dan pertemuan ini adalah untuk melihat surat apa yang sudah dibayarkan oleh pihak perusahaan melalui oknum sipenjual, tapi dengan ketidak hadiran pihak perusahaan,

ini jelas pihak perusahaan tidak memiliki itikad baik dalam upaya penyelesaian permasalahan.

Tapi kami akan tetap menunggu dan meminta surat dari pihak perusahaan sesuai dengan apa yang telah disampaikan dilapangan kemarin, dan kami juga ingin tau dasar surat yang dibebaskan oleh pihak perusahaan, terang Suhenda.

Sementara itu menurut Oloan Simatupang selaku pemilik lahan dan sebagai kuasa perwakilan dari pemilik lahan lainnya mengatakan

” ini jelas pihak perusahaan tidak menghormati pemerintah setempat dan mengganggap remeh atas undangan yang dikirimkan oleh pemerintah desa,

kalaulah hal semacam ini dibiarkan saya yakin kedepannya pemerintah setempat tidak mempunyai kekuatan apa pun terhadap masyarakatnya,

sungguh naib sekali, pemerintah saja sudah tidak dipandang apalagi kami selaku masyarakat kecil, tegas Tupang.

Masih menurut tupang, kami berterimakasih kepada Pak Kades dimana dalam pertemuan kali ini Pak Kades sudah menyatakan dan mengakui tentang legalitas dan keabsahan surat kami,

sehingga kami yakin surat kami ini adalah sah secara hukumnya. Dan untuk selanjutnya kami akan segera menyiapkan berkas berkas untuk kami tindaklanjuti kejalur hukum.

Kami hanya menuntut hak kami sesuai dengan status surat kepemilikan hak kami, dan kami akan terus berjuang, tidak hanya sampai di sini saja.

Jalur apapun akan kami tempuh sehingga kami benar benar mendapatkan hak kami sesuai dengan surat yang ada,

dan kami akan terus usut tuntas sesuai dengan jenjang yang ada, dan kami tidak ingin, adanya dugaan permainan oleh oknum oknum mafia tanah seperti ini, ucap Tupang.