Beranda Daerah Nasib nelayan kian terpuruk, Selain angin kencang, Nelayan kesulitan mencari BBM

Nasib nelayan kian terpuruk, Selain angin kencang, Nelayan kesulitan mencari BBM

233
0
BERBAGI
Nasib nelayan kian terpuruk, Selain angin kencang, Nelayan kesulitan mencari BBM | photo : AA

DETIKEPRI.COM-BINTAN, Nasib nelayan tradisional semakin -hari semakin memprihatinkan. Selain cuaca extrim nelayan tradisional di Bintan Khusunya Kecamatan Bintan Timur kesulitan mencari bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Fendi salah satu nelayan tradisional Kijang mengatakan, keluarganya tidak bisa melaut untuk mencari ikan. Selain cuaca kurang baik, dirinya  kesulitan mencari solar untuk memancing disiang hari.

Kondisi sulit tersebut dirasakan selama sebulan penuh. Cuaca kurang baik, jika memancing dimalam hari, disaat air pasang angin dan gelombang cukup besar. Namun jika air surut, arusnya kencang sekali. Paling tidak pilihan baik nelayan kecil seperti dirinya memancing disiang hari. Mencari ikan di pesisir pulau yang ada.

“Biasanya kita membeli solar di tempat pangkalan. Namun saat ini sulit, hampir setiap pangkalan jika didatangi mengalami kekosongan bahan bakar minyak. Disamping sulitnya BBM. Kondisi cuaca juga kurang baik. Namun jika tidak melaut, tidak ada ikan yang bisa di jual di pasaran, dan tidak ada tambahan lauk dirumahdirumah, ” Ujarnya.

Melalui pantauan Detikepri.Com nelayan yang memiliki perahu kecil di seputaran tekojo, keke, barek motor kijang, hingga pelabuhan sribayintan banyak terparkir tidak melaut. Tidak hanya itu, terlihat beberapa nelayan di pelabuhan hanya mengisi waktu dengan duduk – duduk santai, sambil membersihkan perahu dan memperbaiki yang rusak.

Sedangkan melalui pantauan Detikepri. Com antrian di SPBU Kijang km 24, setiap harinya mengalami antrian cukup panjang dari pukul 9.00 wib, hingga pukul 13.00 wib siang BBM jenis solar mengalami kekosongan.

“Semenjak sebulan belakangan ini, banyak nelayan kesulitan mendapatkan solar. Tidak tahu apa penyebabnya. Untuk mendapatkan solar tidak mudah. Kita harus titip, itupun harganya cukup mahal, ” Ujar fendi salah satu nelayan kijang. (Aa)

__________________

EDITOR’S PICKS

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here