Beranda Liputan Khusus Advertorial Pewaris Negeri Indra Sakti, Bukti Anak Negeri menjadi Tuan di  Negeri sendiri

Pewaris Negeri Indra Sakti, Bukti Anak Negeri menjadi Tuan di  Negeri sendiri

1346
0
Raja Heri Mukhrizal.SH.MH

DETIKEPRI.COM, TOKOH – Sosok yang satu ini sangatlah femiliar dikalangan generasi muda, beliau seorang birokrat yang memulai karier dari awal tingkat rendah hingga saat ini menduduki jabatan strategis di Pemerintah Provinsi Kepri.

Terlahir dari Seorang Ayah yang bernama Haji Raja Muhammad Yusuf,  yang kebetulan masih mempunyai garis keturunan kesilsilahan Kerajaan Penyengat, Melayu asli Kepri ,dengan seorang ibu  yang bernama Hajah Raja Maimunah yang tidak jauh berbeda.

Dimana Heri lahir dengan 5 bersaudara, dengan adik beradik 4 ( empat ) diantaranya adalah Perempuan , Heri merupakan satu-satuny anak laki-laki, yang juga menjadi Pewaris Utama di Kalangan Keluarga istilah dalam Kekerajaan.

Masa kecil Heri sapaan yang selalu di ucapkan saat memanggil beliau, yang lahir di Tanjung Pinang, Kabupaten Kepulauan Riau kala itu, tepatnya pada tanggal 16 Juni 1964, besar dan bermain semasa kecil di Pulau Penyengat, yang lebih dikenal dengan Julukan Indra Sakti.

BACA JUGA :  Satreskrim Polresta Barelang Ringkus 10 Pelaku Jaringan Judi Onlie

Raja Heri Mukhrizal.SH.MH

Mengawali dunia pendidikan dengan bersekolah di SD satu-satunya di Pulau Penyengat, namun karena mengikuti karier orang tua, berpindah ke Batam tepatnya pada tahun 1970

Dan melanjutkan bersekolah di Sekolah Dasar satu satunya dahulu di Pulau Batam yakni Sekolah Budi Utama, persisnya di Kawasan Jodoh, yang kala itu merupakan bagian terpinggir dari Batam

Daerah yang bersinggungan langsung dengan Laut, alias pantai, sehingga lebih dikenal dengan sebutan sungai Jodoh alias Sei Jodoh, dan menjalani kehidupan sehingga pada tahun 1975.

Pada tahun 1976, sebagai anak  yang belum mempunyai kekuatan dan keberanian untuk menjalani kehidupan tanpa orang tua, maka Heri kecil kembali ke Pulau Penyengat

Dan mengenyam dunia Pendidikan Sekolah Menengah Pertama alias SMP di Tanjung Pinang, tepatnya SMP Negeri 2 yang kala itu tematnya persis di sebelah Bioskop Gembira, berhadapan dengan Lapangan Basket , pada malam hari lebih dikenal dengan nama AKAU, merupakan tempat makan dan minum .

BACA JUGA :  Bupati Tulang Bawang HJ.Winarti, SE.,MH, Didampingi Kapolres Tulang Bawang AKBP ANDY SISWANTORO Lepas Peserta Jalan Sehat

SMP Negri 2 Tanjung Pinang kala itu merupakan SMP Favorit untuk anak anak yang berasal dari Pulau Penyengat, karena kedekatan jalur dan lokasinya dengan Pelabuhan.  Heri Kecil dapat menyelesaikan Pendidikan SMP nya dengan normal dan berhasil lulus pada tahun 1980.

dan melanjutkan pendidikan selanjutnya di SMA Negeri 1 Tanjung Pinang, adapun pada kala itu SMA Negeri 1 Tanjung Pinang, yang merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas

Menjadi Kebanggan putra dan putri Kabupaten Kepulauan Riau, dengan Provinsinya yang berada di Pekanbaru , dikenal dengan nama Provinsi Riau.

Dengan Kepiawaian Heri mengikuti Pendidikan dengan tekun dan semangat sehingga beliau dapat menyelesiakan Pendidikan tepat pada waktunya lebih kurang 3 ( tiga ) Tahun masa pendidikan.

BACA JUGA :  Ini Pesan Bupati Tulang Bawang Hj. Winarti SE.,MH, Saat Menghadiri Pelantikan Pengurus PGRI Se-kabupaten Tulang Bawang

Guna mencapai sebuah keinginan dan cita cita heri kecil melanjutkan Pendidikan di Pekanbaru pada tahun 1984,  tepatnya di Universitas Lancang Kuning, di Fakuktas Hukum dan berhasil menyandang Predikat Gelar Kesarjanaan pada tahun 1989 , dengan Title atau Gelar Sarjana Hukum ( SH )

Melihat situasi dan kondisi dikala itu, Heri Kecil pada tahun 1990  mencoba meringankan beban orang tua dengan mencari Pekerjaan serta meninggalkan kampung dimana orang tua berada yakni Pulau Penyengat dan mencoba mengadu nasib dikota Batam dan alhamdulillah tepatnya pada tahun 1991,

Raja Heri Mukhrizal alias Heri mampu dan berhasil mendapatkan Pekerjaan yang kala itu sangat di idam idamkan oleh para Anak Muda, yakni sebagai Karyawan pada salah satu Perusahaan Perbankan Nasioanal, Tepatnya pad BANK LIPPO , yang berada di kawasan Nagoya Batam, hingga tahun 1999,